Kongsi TKI di Damansara terbakar puluhan paspor hangus

id Rumah Kongsi TKI

Rumah kongsi TKI terbakar (Foto ANTARA/Nazaratul Ain) (1)

"Monggo (silahkan) urus lapor polisinya. Nanti kami minta data pasti nama-nama yang bersangkutan atau copy paspor yang bersangkutan," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Rumah tinggal pekerja asing termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau kongsi di Apartemen Tropicana, Persiaran Sultan, Kota Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia, terbakar, Senin, pukul 14.18 waktu setempat.

Penolong Pengarah Operasi dan Penyelamat Bomba atau Pemadam Kebakaran Selangor, Mohd Sani Harul mengatakan kebakaran terjadi di tingkat tiga hingga enam apartemen yang masih dalam tahap pembangunan.

"Kami menerima panggilan kebakaran pukul 15.18 dari warga dan kami tiba di lokasi beberapa menit kemudian. Sebanyak 23 orang anggota bersama pegawai bomba terlibat dalam pemadaman api," katanya.

Sani mengatakan proses pemadaman api melibatkan Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Sungai Buloh, Damansara dan Seksyen 7.

"Saat tiba di lokasi kebakaran sudah mencapai 90 persen. Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut dan api bisa segera dipadamkan,"

Ketua Ikatan Mandailing Malaysia - Indonesia (IMAMI), Khairuddin Harahap dan Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKMA), Khoirul Yatim, menyempatkan diri mengunjungi lokasi kejadian.

"Saya dan Ketua IKMA tadi ke lokasi kebakaran rumah kongsi TKI. Data terkini sekitar 100 orang TKI tinggal di kongsi ini. Puluhan paspor terbakar dan RM 7.000 ikut terbakar bersama barang emas," kata Khairuddin Harahap.

Pemilik Angkola Tour and Travel ini mengatakan pihaknya dan IKMA akan berusaha mendampingi para korban mendapatkan paspor baru setelah itu menguruskan pergantian sticker permit baru tanpa dibayar.

Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Mulkan Lekat ketika dikonfirmasi mempersilahkan para korban kebakaran untuk melaporkan ke polisi.

"Monggo (silahkan) urus lapor polisinya. Nanti kami minta data pasti nama-nama yang bersangkutan atau copy paspor yang bersangkutan," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar