Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

BRIN dorong penguatan SDM iptek di Indonesia-Malaysia untuk wujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045

Selasa, 1 Juli 2025 16:12 WIB
Image Print
Ilustrasi - Tangkapan layar Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mardyanto Wahyu Tryatmoko dalam webinar nasional bertajuk “Arah Menuju Kebijakan Pembangunan Papua Berkeadilan” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Politeknik STIA LAN Jakarta. ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) iptek di Indonesia dan Malaysia untuk menuju Visi Komunitas ASEAN 2045, yaitu ASEAN yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada masyarakat.

Melalui keterangan di Jakarta, Selasa, Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko mengungkapkan bahwa kolaborasi penguatan SDM iptek bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kemampuan SDM Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan global di masa depan

"Kedua negara punya peran dan memiliki tujuan yang sama untuk mendorong terbangunnya iptek dalam kerangka kolaborasi serta pertukaran informasi untuk menciptakan nilai lokal kemandirian. Caranya dengan mengatasi kesenjangan pengetahuan yang dimungkinkan akan dialami oleh krisis di dunia global," katanya.

Mardyanto mengatakan negara harus mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta mampu memanfaatkan sumber daya saing baru, termasuk ekonomi kreatif dan industri maju.

Ia menilai hal ini diperlukan dalam rangka meningkatkan agenda integrasi ekonomi dan menciptakan ekosistem yang berkembang pesat.

"Iptek memang memungkinkan untuk berpadu dalam strategi. Tidak hanya pada tataran kolaborasi, namun pada aspek pondasi negara yaitu memperkuat SDM yang handal, kompeten, dan mumpuni," ujarnya.

Menurut Mardyanto, Visi Komunitas ASEAN 2045 bisa dianggap sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045. Visi ini menjadi tonggak strategis yang menandai satu abad kemerdekaan Indonesia.

Dalam visi ini, paparnya, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita antara 23.000 hingga 30.300 Dolar AS, menurunkan tingkat kemiskinan hingga 0,5–0,8 persen, dan meningkatkan Indeks Modal Manusia (Human Capital Index) menjadi 0,73.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Mardyanto menekankan penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi pilar utama yang memerlukan kolaborasi erat antara akademisi dan SDM iptek.

Melalui kolaborasi kedua negara, diharapkan peningkatan kualitas pendidikan, kemampuan penelitian dan pengembangan di bidang iptek, kerja sama antara industri dan akademisi, serta kesadaran dan pemanfaatan teknologi digital dapat meningkat.

"Dengan penguatan sumber daya manusia iptek Indonesia-Malaysia menuju ASEAN 2045, kita dapat meningkatkan daya saing dan kemampuan SDM di kawasan ASEAN dan mencapai kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan serta mempercepat akselerasi capaian menuju Indonesia Emas 2045," ucap Mardyanto Wahyu Tryatmoko.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN dorong penguatan SDM iptek di Indonesia-Malaysia untuk ASEAN 2045



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026