Najib Razak - Mahathir hadiri Forum Baitul Maqdis

id Najib Razak, Forum Baitul Maqdis, Yerusalem,Pelestina

Najib Razak di Forum Baitul Maqdis (Foto ANTARA / Agus Setiawan) (1)

"Presiden Trump itu kenalan baik saya tetapi dari sisi prinsip Islam saya tidak ingin menggadaikan kesucian Islam. Baitul Maqdis merupakan kota suci sehingga wajib diperjuangkan bebas dari zionis," tuturnya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Moh Najib Bin Abdul Razak dan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Muhammad menghadiri acara "Himpunan Putih : Solidaritas Selamatkan Baitul Maqdis" yang diselenggarakan di Masjid Putra, Putrajaya, Jumat.

Kedua pemimpin yang saat ini berseberangan dan berbeda partai politik tersebut tidak hadir di satu panggung yang sama, namun sama-sama masuk ke Masjid Putra menjelang Shalat Jumat. Mahathir lebih dulu masuk ke masjid beberapa menit kemudian disusul Najib Razak bersama rombongan.

Sedangkan di dalam masjid diselenggarakan Forum Khas Solidaritas Selamatkan Baitu Maqdis dengan pembicara Dato Tuan Ibrahim Tuan Man, Dubes Palestina, Dato Dr Anwar, Dato Saifudin Nasution Ismail, Ustadz Hasanuddin Mohd Yunus, Dr Muhammad Faiz Na`aman, Dr Yusri Bin Mohammad, Prof Dato Mahmood Zuhdi.

Setelah Shalat Jumat Najib Razak didampingi Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi kemudian menuju panggung unjuk rasa yang berada di depan teras masjid bersama Ketua Pemuda Partai Islam Malaysia (PAS), Muhammad Khalil Abdul Hadi dan Duta Besar Palestina, Dato Dr Anwar.

Sementara itu Mahathir Muhammad yang kini mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) tidak nampak di panggung tetapi dalam akun twitter-nya @chedeoffiacial dia men-tweet "di Masjid Putra #BersatuDemiPalestin" dan "demo UMNO dengan PAS hanya dapat berarti jika hasil dari pemerintahan Barisan Nasional digunakan untuk melawan Donald Trump dan Amerika Serikat".

Sedangkan Presiden PAS yang juga Wakil Presiden Ulama Sedunia, Tuan Guru Dato` Seri H Abdul Hadi Bin Hj Awang yang dijadwalkan hadir nampak berhalangan.

Sebelum pidato Najib Razak terlebih dahulu disampaikan kutbah khas oleh Mufti Wilayah Persekutuan Datuk Dr Zulkifli Mohamad Al Bakri dan pidato perwakilan PAS.

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Moh Najib Bin Abdul Razak dalam pidatonya mengatakan pihaknya secara tegas menolak kebijakan Presiden Donald Trump yang menyetujui pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem karena kota suci tersebut merupakan milik Palestina.

"Saya terpaksa telepon Perdana Menteri Singapura untuk menangguhkan pertemuan karena isu ini menyentuh kepercayaan saya selaku umat Islam sehingga perlu dilakukan pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI)," ujarnya.

Najib mengatakan pihaknya secara tegas mendukung Palestina bebas dan berdaulat kembali seperti 1967 serta tidak ingin wilayah Palestina semakin mengecil.

"Presiden Trump itu kenalan baik saya tetapi dari sisi prinsip Islam saya tidak ingin menggadaikan kesucian Islam. Baitul Maqdis merupakan kota suci sehingga wajib diperjuangkan bebas dari zionis," tuturnya.


Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar