
Sebanyak 636 kasus Tuberkulosis terjadi di Kelantan Malaysia Januari-Juli 2025

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sebanyak 636 kasus Tuberkulosis (TB) tercatat terjadi di Kelantan, Malaysia, sepanjang Januari hingga Juli 2025, menurut Dinas Kesehatan Negara Bagian Kelantan.
Direktur Dinas Kesehatan Negara Bagian Kelantan (Jabatan Kesihatan Negeri Kelantan/JKNK) Datuk Dr. Zaini Hussin mengatakan dari ratusan kasus itu, tercatat terdapat 35 orang meninggal dunia di periode tersebut.
"Sebagian besar wabah melibatkan rumah tangga, dengan rata-rata dua kasus di antara kontak dekat kasus indeks," ujar Zaini Hussin dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari BERNAMA, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.
Ia mengatakan Kota Bharu berada di posisi pertama dengan 178 kasus, diikuti oleh Pasir Mas (80) dan Tumpat (75). Kota Bharu merupakan wilayah pantai yang berbatasan dengan Provinsi Narathiwat di Thailand.
Menurut Zaini Hussin, kelompok risiko di Kelantan sebagian besar adalah warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas, warga Melayu, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan kebiasaan merokok.
Untuk menekan penyebaran, JKNK telah menerapkan berbagai langkah termasuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, pemeriksaan segera bagi individu yang mengalami gejala batuk berkepanjangan, dan skrining kelompok berisiko tinggi menggunakan teknologi diagnostik terkini.
"Pemantauan pengobatan juga telah diperkuat untuk memastikan pasien mematuhi terapi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam manajemen TB yang efektif," ujarnya.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
