Malaysia izinkan anak-anak WNA ke sekolah

id sekolah,anak-anak sekolah,anak WNA diijinkan sekolah,sekolah kebangsaan

Ilustrasi - Seorang guru Nur Atikah Elias (kanan) membawa sejumlah siswa SD sesi II berjalan menuju masuk ke kelas pada Hari Pertama Persekolahan Tahun ajaran 2018 di Sekolah Kebangsaan La Salle, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia , Selasa (2/1). Seju

"Pemerintah perlu melaksanakan hak ini sewajarnya dengan mengambil prinsip bahwa hak kanak-kanak adalah perkataan yang perlu diutamakan," katanya.
Kuala Lumpur, (Antara) - Pemerintah Malaysia telah mengizinkan anak-nak Warga Negara Asing untuk masuk ke sekolah pemerintah di negara tersebut.

"Pemerintah telah mengumumkan bahwa kanak-kanak bukan warganegara boleh diterima masuk ke sekolah pemerintah di Malaysia," ujar Ketua Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) Tan Sri Razali Ismail di Kuala Lumpur, Rabu.

Razali mengatakan, kebijakan ini hanya berlaku kepada kanak-kanak yang sedang dalam proses mendapatkan status kewarganegaraan saja.

"Kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini menghindarkan kesan buruk dimana kanak-kanak tanpa warga negara, tidak berdokumen atau pelarian akan terus dihilangkan hak mereka dari mendapatkan akses pendidikan yang sama seperti kanak-kanak lain," katanya.

Dia mengatakan, Suhakam hingga kini masih menerima aduan dari pihak keluarga yang mengatakan anak-anak mereka tidak diterima masuk ke sekolah.

"Perbedaan hak berasaskan status kewarganegaraan adalah sesuatu yang tidak boleh diterima dan Suhakam berpandangan bahwa di dalam dunia globalisasi ini, tanggung jawab mendidik kanak-kanak tidak seharusnya dikaitkan dengan isu kewarganegaraan," katanya.

Selaras dengan Konvensi Mengenai Hak Kanak-kanak (CRC), semua kanak-kanak tanpa melihat kewarganegaraan mereka, mempunyai hak untuk mendapat pendidikan rendah yang wajib dan gratis.

"Pemerintah perlu melaksanakan hak ini sewajarnya dengan mengambil prinsip bahwa hak kanak-kanak adalah perkataan yang perlu diutamakan," katanya.

Suhakam juga ingin mengingatkan komitmen pemerintah terhadap Agenda Pembangunan Lestari 2030 di mana ia menggariskan informasi terhadap peningkatan kualitas hidup semua "tanpa ada sesiapa yang ketinggalan".

Untuk mencapai objektivitas dan mendukung elemen tanpa diskriminasi, Suhakam meminta agar parlemen membuat perundangan untuk memastikan semua kanak-kanak mempunyai hak kepada pendidikan.

"Dalam pada itu, Kementerian Pendidikan Malaysia perlu memperbaiki dan membolehkan semua kanak-kanak mendapat akses kepada pendidikan dan masyarakat juga harus akur bahwa semua kanak-kanak berhak mendapat hak pendidikan yang sama tanpa melihat status mereka," katanya. ***4***




Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar