Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Umat Hindu Malaysia peringati Thaipusam

Rabu, 31 Januari 2018 19:00 WIB
Image Print
Dua warga Indonesia dari Universitas Indonesia Mariana (kiri) dan Etha Kamulyan berselfie berlatar belakang Dewa Murugan setinggi 42,7 meter saat perayaan Thaipusam di Batu Caves, Selangor, Malaysia, Rabu (31/1). Thaipusam adalah acara keagamaan pent
"Kami meliburkan siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yakni saat Hari Thaipusam (31/1) dan Hari Wilayah Persekutuan (1/2) karena mengikuti pemerintah Malaysia," ujar Kepala Sekolah SIKL, Agustinus Suharto.

Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Umat Hindu Malaysia keturunan Tamil melaksanakan prosesi pensucian arca pada puncak perayaan Thaipusam, di obyek wisata Gua Batu Caves, Selangor, Malaysia, Rabu (31/1).

Thaipusam adalah acara keagamaan penting bagi penganut Hindu untuk menghormati Dewa Murugan yang lahir pada bulan "Thai" yaitu bulan ke-10 dalam kalendar Tamil.

Ribuan penganut Hindu dari seluruh dunia memadati Batu Caves yang merupakan ikon pariwisata internasional Malaysia yang sinonim dengan nama "mini India".

Sejumlah umat Hindu keturunan Tamil membawa "Paal Kudam" atau belanga susu berlatar belakang Batu Caves sebagai ritual keagamaan saat perayaan Thaipusam.

Sejumlah wisatawan mancanegara termasuk dari Indonesia terlihat ikut melihat prosesi tersebut.

Dua mahasiswi Universitas Indonesia, Mariana dan Etha Kamulyan nampak ber-swafotoberselfie dengan latar belakang Dewa Murugan yang mempunyai tinggi 42,7 meter dan telah dicatat sebagai patung Dewa Murugan tertinggi dalam Guiness Book of Records.

Pemerintah Malaysia menjadikan Hari Thaipusam sebagai hari libur nasional. Pemerintah setempat juga menambah operasional Kereta Api Komuter (KTM) atau Kereta Tanah Melayu yang mempunyai tujuan akhir di Stasiun Batu Caves.

"Kami meliburkan siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yakni saat Hari Thaipusam (31/1) dan Hari Wilayah Persekutuan (1/2) karena mengikuti pemerintah Malaysia," ujar Kepala Sekolah SIKL, Agustinus Suharto.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026