Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu memperkuat promosi kopi Indonesia dan membuka peluang kolaborasi perdagangan dengan para pelaku industri kopi di Kota Tenom, yang merupakan pusat industri kopi Sabah, Malaysia.
Dalam keterangan KJRI Kota Kinabalu yang diterima di Kuala Lumpur, Sabtu, dijelaskan kegiatan itu dilakukan melalui kunjungan kerja Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Noorman Effendi beserta jajaran, ke Tenom, Malaysia, Jumat (14/11) kemarin.
Tenom dikenal sebagai jantung produksi kopi Sabah dan memiliki pengaruh penting dalam rantai pasok kopi di Malaysia Timur.
Dalam kesempatan itu, KJRI Kota Kinabalu melakukan pertemuan dengan Ketua Chinese Chamber of Commerce Tenom, Datuk Yong Chung Ngee beserta jajaran, sejumlah pengusaha roastery, importir kopi, serta perwakilan pabrik pengolahan kopi terbesar di Tenom.
Para pihak membahas berbagai peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan yang dapat saling menguntungkan.
Fokus diskusi meliputi peningkatan impor biji kopi (green beans) dari Indonesia untuk diolah di Tenom serta kemungkinan pemasaran produk olahan kopi Indonesia dengan merek dagang lokal Sabah.
Beragam varian unggulan Indonesia seperti Gayo, Bali, Mandailing, dan Toraja turut dibahas, termasuk potensi pengembangan racikan premium Tenom yang memadukan karakter cita rasa kopi Indonesia dengan preferensi konsumen Sabah.
“Produk kopi Indonesia, dengan kekayaan cita rasa dan kualitasnya yang tinggi, telah lama dikenal di berbagai belahan dunia. Kini saatnya kita memperkuat penetrasi kopi Indonesia di Tenom, pusat industri kopi Sabah dan pemain penting dalam pasar kopi Malaysia,” ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Noorman Effendi, dalam pembukaan pertemuan itu.
KJRI Kota Kinabalu menegaskan komitmennya untuk mendorong tindak lanjut dari peluang yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“KJRI Kota Kinabalu berkomitmen mengawal dan memfasilitasi seluruh potensi kerja sama yang muncul. Kami siap menjembatani pelaku usaha nasional dan pemangku kepentingan terkait agar produk unggulan Indonesia, khususnya kopi, dapat semakin memperkuat posisinya di pasar Sabah. Kami meyakini preferensi konsumen Sabah memiliki ruang yang luas bagi rasa dan kualitas kopi Indonesia,” lanjut Konjen Noorman.
Konjen juga menekankan pentingnya memperkuat kehadiran kopi Indonesia dalam rantai pasok Tenom. Dia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya untuk menggugah minat dan memperkuat kembali perhatian para pemangku industri di Sabah terhadap keunggulan kopi Indonesia serta reliabilitasnya dalam mendukung perkembangan industri lokal.
"Harapannya, pangsa kopi Indonesia di Sabah dapat terus meningkat, meski persaingan global semakin ketat,” ujarnya.
Selain melakukan pertemuan dengan pelaku industri kopi setempat, rombongan KJRI Kota Kinabalu juga melakukan kunjungan lapangan ke pabrik Yit Foh dan pabrik Tong Fah – dua produsen kopi terbesar di Tenom yang telah menggunakan biji kopi asal Indonesia dalam proses produksi mereka.
Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan, sekaligus memetakan kebutuhan industri Sabah agar dapat disinergikan dengan kapasitas produksi kopi Indonesia.
KJRI Kota Kinabalu melihat bahwa kerja sama Indonesia–Sabah dalam komoditas kopi memiliki potensi ekonomi yang signifikan, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam pengembangan industri kreatif berbasis kopi, kegiatan coffee tourism, pelatihan barista, dan peningkatan kualitas pascapanen.
Dengan semakin berkembangnya hubungan dagang dan pertukaran pengetahuan antara pelaku industri kopi Indonesia dan Sabah, diharapkan kolaborasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua wilayah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi unggulan dunia.
