Mahasiswa Indonesia hilang di Kualu Lumpur ditemukan

id Mahasiswa hilang,Mahasiswa Indonesia

Rizqur Rahman dan Doni Ropawandi (1)

"Anaknya masih bungkam saat saya tanya. Dia bertemu secara tidak sengaja dengan kakaknya sendiri. Seperti ada hubungan darah yang kuat. Sebuah keajaiban," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Seorang mahasiswa kuliah di Malaysia asal Indonesia bernama Rizqur Rahman (22) yang dikabarkan hilang beberapa waktu lalu, akhirnya ditemukan Plaza LowYat, Kuala Lumpur, Rabu (7/3).

Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia, Doni Ropawandi di Kuala Lumpur, Rabu, mengatakan Rizqur ditemukan secara tidak sengaja oleh kakaknya di Plaza LowYat Kuala Lumpur.

"Anaknya masih bungkam saat saya tanya. Dia bertemu secara tidak sengaja dengan kakaknya sendiri. Seperti ada hubungan darah yang kuat. Sebuah keajaiban," katanya.

Rizqur baru lulus dari Petroleum Engineering di Herriot Watt University Putrajaya. Dia tinggal di Serin Residency, Jalan Fauna 1 Cyberjaya, Selangor.

PPI Malaysia kemudian membuat pengumuman hilangnya Rizqur di soal media lengkapnya dengan alamat yang bisa dihubungi.

Dosen Fakultas Teknik di Universitas Antar Bangsa Malaysia, Prof Dr Yulfian, juga sempat menerima pesan whatsapp dari teman SMA-nya yang menyatakan keponakannya tidak bisa dihubungi usai lulus kuliah.

Doni menceritakan pada hari yang sama dirinya sebenarnya ingin bertemu ayahnya Rizqur, Bagoes Witjaksono, untuk menanyakan kronologis kehilangan kontak terhadap Rizqur namun malah bertemu di LowYat.

Bagoes Witjaksono ketika dihubungi belum bisa memberikan penjelasan karena masih shock.

Saat dihubungi beberapa waktu lalu Bagoes juga menolak untuk diberitakan namun mengizinkan untuk di-up load ke sosial media.

Saat itu dia menceritakan sudah menghubungi Herriot Watt University, Serin Residency dan KBRI Kuala Lumpur.

"Informasi dari sekolah karena Rizqur sudah selesai sekolahnya, sekolah mengira dia sudah pulang ke Indonesia sehingga tidak ada kontak lagi dengan Rizqur. Dia terakhir e-mail saya pada 14 Februari 2018," katanya.

Dia menceritakan semua kawan-kawannya juga kehilangan kontak dan terakhir melihatnya pada 16 Desember 2017.

"Passpor-nya kadaluarsa pada 23 Januari 2018, karena dia tidak balik ke Indonesia. Jadi mestinya dia masih di Malaysia. Saya juga sudah lapor ke polisi Malaysia," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar