Malaysia ingin jadi bagian dari pelopor mobilitas hijau di Asia Tenggara

id Anwar Ibrahim, FCEV, mobilitas hijau,Kendaraan berbasis hidrogen,otomotif,Malaysia

Malaysia ingin jadi bagian dari pelopor mobilitas hijau di Asia Tenggara

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat mencoba kendaraan bertenaga hidrogen di Putrajaya, Malaysia, Selasa (9/12/2025). /ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintahan MADANI yang dipimpinnya berkomitmen menjadi pelopor mobilitas hijau atau transportasi ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Pesan itu disampaikan PM Anwar saat menerima kendaraan bertenaga hidrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) untuk mobilitas Kantor Perdana Menteri di Putrajaya, sebagaimana keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Rabu.

Kantor Perdana Menteri Malaysia menerima FCEV pabrikan Jepang, dengan jenama Toyota Mirai dari Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (MOSTI) Malaysia.

Anwar menyatakan langkah ini menjadi titik penting dalam agenda nasional Malaysia menuju mobilitas hijau berbasis teknologi rendah karbon serta pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut mencerminkan kepercayaan para mitra industri, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap arah kebijakan Malaysia.

Kepercayaan itu terutama terkait upaya negara tersebut membangun ekosistem hidrogen nasional, memperkuat kerja sama lintas batas, dan mendorong inovasi otomotif di Asia Tenggara.

"Inisiatif ini mencerminkan keyakinan para mitra industri, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap kebijakan dan arah tujuan Malaysia, khususnya dalam membangun ekosistem hidrogen nasional, menggerakkan kerja sama lintas batas, serta mendorong inovasi otomotif di seluruh Asia Tenggara," ujar Anwar.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia ingin jadi bagian dari pelopor mobilitas hijau Asia Tenggara

Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.