Tiga buku Indonesia raih penghargaan di Kuala Lumpur

id Buku Indonesia,Buku,Sang Pemimpi

Penghargaan untuk Sang Pemimpi (Foto ANTARA/Agus) (1)

"Sebenarnya yang ditandatangani tadi ialah `first charter` ke arah pembentukan ASEAN BOOK COUNCIL dengan dipelopori Indonesia dan Malaysia untuk meneruskan aktifitas-aktifitas dan pertemuan selanjutnya," ujar Zakry.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Tiga buku karya penulis Indonesia mendapatkan penghargaan untuk berbagai kategori pada Anugerah Buku ASEAN 2018 yang diselenggarakan disela-sela Kuala Lumpur International Book Fair 2018, Senin.

Tiga buku tersebut masing-masing Buku "Hujan Bulan Juni" karya Sapardi Djoko Damono terbitan Gramedia Pustaka Utama yang mendapatkan penghargaan kategori buku kompilasi terbaik.

Kemudian buku "Dilan - Dia Adalah Dilanku 1990" terbitan Dar Mizan karangan Pidi Baiq yang meraih anugerah buku fiksi terbaik.

Berikutnya "Sang Pemimpi" terbitan Bentang Pustaka karya Andrea Hirata yang meraih anugerah buku adaptasi terbaik.

Penghargaan diberikan Ketua Yayasan Pembangunan Buku Negara Tuan Haji Hasan Hamzah, Presiden Serba Dinamik Grup Sdn Bhd, Dr Ir Muhammad Abdul Karim Abdullah dengan disaksikan dan Ketua Setiausaha Negara, Jabatan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dr Ali Hamsa.

Penghargaan karya Sapardi diberikan kepada Wedha Stratesti Yudha mewakili Gramedia Pustaka Utama, sedangkan penghargaan untuk Pidi Baiq dan Andrea Hirata diberikan kepada Esti Ayu Budihabsari mewakili Mizan dan Bentang.

Pada kesempatan Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Buku Negara dari Malaysia Zakry Sa`ed melakukan penandatangan piagam pertama kearah pembentukan ASEAN Book Council dengan Ketua Umum Yayasan Gemar Membaca Firdaus Oemar.

Indonesia dan Malaysia akan memelopori pembentukan lembaga tersebut dengan melanjutkan aktivitas berikutnya.

"Sebenarnya yang ditandatangani tadi ialah `first charter` ke arah pembentukan ASEAN BOOK COUNCIL dengan dipelopori Indonesia dan Malaysia untuk meneruskan aktifitas-aktifitas dan pertemuan selanjutnya," ujar Zakry.



 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar