Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Warga terdampak bencana di Agam antusias beli daging sapi jelang Ramadhan

Senin, 16 Februari 2026 14:10 WIB
Image Print
Sejumlah warga di Nagari Sungai Batang Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor antusias membeli daging sapi potong menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, di Kabupaten Agam, Minggu (16/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kabupaten Agam (ANTARA) - Puluhan warga di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor antusias membeli daging sapi potong menjelang bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

"Setiap tahun masyarakat di sini selalu rutin membeli daging sapi potong menjelang bulan puasa," kata Warman, salah seorang warga di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu.

Warman mengatakan daging sapi potong itu merupakan persiapan untuk memasuki bulan puasa dan sudah menjadi kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat. Selain untuk kebutuhan Ramadhan, daging sapi segar itu juga untuk pelaksanaan tradisi Manjalang Mintuo.

Tradisi Manjalang Mintuo merupakan kebiasaan masyarakat di Tanah Minangkabau, dimana pihak perempuan membawa dan menyerahkan rendang, kue, dan aneka lauk pauk kepada mertua yang dilaksanakan satu minggu menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan.

"Saya tadi beli tiga kilogram daging untuk kebutuhan makan bersama dengan sanak saudara saat makan sahur dan berbuka puasa," kata Warman.

Senada dengan itu Asri, warga lainnya, mengatakan sengaja datang dari Jorong (Dusun) Bancah, Nagari Sungai Batang, untuk membeli beberapa kilogram daging sapi untuk kebutuhan menjelang bulan puasa, sekaligus pelaksanaan tradisi Manjalang Mintuo.

"Setiap menjelang puasa dan Idul Fitri saya bersama masyarakat di sini selalu membeli daging sapi segar untuk kebutuhan makan sahur, berbuka puasa, dan Manjalang Mintuo," kata Asri.

Ia bersyukur meskipun masih dalam suasana pemulihan pascabencana, warga setempat masih bisa mendapatkan pasokan daging sapi yang dibawa oleh pedagang dari daerah Kota Bukittinggi.

"Kami bersyukur masih ada pedagang yang datang ke sini berjualan daging sapi. Kalau tidak kami terpaksa belanja ke daerah Lubuk Basung atau ke Kota Bukittinggi," kata dia.

Sementara itu salah seorang pedagang daging sapi, Taufik mengatakan sudah menjual daging sapi musiman untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri sejak 10 tahun terakhir di Nagari Sungai Batang.

Sebelum bencana terjadi, Taufik bisa menjual sekitar 500 kilogram daging sapi atau dua sapi dewasa. Namun pascabencana penjualan turun drastis, dimana ia hanya bisa menjual 250 kilogram daging.

"Penjualannya memang tidak sebanyak sebelum bencana, namun Alhamdulillah aktivitas perekonomian warga mulai bangkit," kata dia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga terdampak bencana Agam mulai belanja daging sambut Ramadhan



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026