
Warga antusias berburu daging "meugang" di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA) - Warga penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor antusias memadati Pasar Inpres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, untuk berburu daging dalam rangka merayakan tradisi meugang rayeuk menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 masehi.
"Dagingnya untuk bikin sop. Anak-anak mau pulang dari Banda Aceh, mau makan-makan bersama," ujar salah satu warga bernama Meta ketika ditemui di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh, Rabu.
Meta menyampaikan harga daging yang dibeli berkisar di angka Rp170 ribu-Rp180 ribu per kg.
Selain membeli daging, Meta juga membeli bahan-bahan untuk memasak, seperti rempah-rempah dan sayuran.
Sementara, seorang penjual, Azhur menyampaikan sejak Selasa (17/2/2026), menjual 10 ekor sapi dengan harga rata-rata Rp180 ribu per kg.
Azhur mengaku dagangannya paling banyak terjual pada Selasa) malam selepas Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2/2026).
"Sudah dari kemarin (berjualan), 10 ekor terjual," kata Azhur.
Pedagang sapi lainnya, yang akrab disapa "Bang Bing" menyampaikan pascabencana banjir bandang, masyarakat masih ramai membeli daging untuk tradisi meugang.
"Banyak yang beli, lumayanlah pascabanjir," katanya.
Bing baru mulai berjualan daging pada Selasa (18/2/2026) sore.
Pada Rabu ini merupakan puncak perayaan meugang, karena hari terakhir sebelum puasa.
Berdasarkan laman resmi Pemerintah Provinsi Aceh, meugang atau makmeugang merupakan tradisi memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga yatim piatu.
Tradisi meugang dilakukan oleh masyarakat Aceh untuk menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga antusias berburu daging "meugang" di pasar Lhokseumawe, Aceh
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
