Malaysia kecam penghadangan armada kemanusiaan oleh Israel

id Palestina,Flotilla

Istri dan anak Dr Afandi yang diculik Zionis (1)

"Israel tidak punya hak menghukum seluruh penduduk Gaza atas permusuhan dengan Hamas," katanya.
Kualalumpur, (AntaraKL) - Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk tindakan petugas Israel, yang mencegat kapal Al-Awda pada 29 Juli 2018, yang membawa regu kesehatan untuk Palestina di Gaza.

Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Senin mengatakan bahwa kapal dengan 22 orang dari berbagai warganegara itu adalah bagian dari karya perdamaian di bawah Armada Persatuan Kebebasan.

Malaysia sangat prihatin dengan keselamatan semua pegiat di kapal itu, termasuk seorang Malaysia, Dr Mohd Afandi Salleh, dari MyCare.

Malaysia menuntut pemerintah Israel memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka serta menyerukan pembebasan segera mereka.

Kementerian Luar Negeri, melalui Kedutaan Besar Malaysia di Kairo, memantau keadaan dan bekerja erat dengan pihak berwenang Palestina untuk membantu pembebasan Mohd Afandi Salleh.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Al-Awda Humanitarian Care Malaysia (MyCARE), Associate Prof Dr Hafidzi Mohd Noor, mengatakan mengecam Israel atas penyitaan dan penculikan peserta MyCARE.

Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengecam keras Israel atas penahanan kapal kemanusiaan Al-Awda dan penculikan 22 pegiat itu dari perairan internasional pada pukul 19.15 di sekitar 49 mil laut dari Gaza.

Tindakan Israel menahan Kapal Al-Awda di perairan internasional melanggar hukum laut, katanya, Israel tidak memiliki hak menahan kapal Al-Awda dari berlayar di perairan internasional.

Tindakan Israel mencegah Al-Awda berlayar ke Gaza dan menutup semua jalur memasuki Gaza melawan Konvensi IV Jenewa, yang melarang hukuman kolektif terhadap masyarakat mana pun.

"Israel tidak punya hak menghukum seluruh penduduk Gaza atas permusuhan dengan Hamas," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar