Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Malaysia akan kirim nota diplomatik ke Filipina atas klaim Sabah

Senin, 30 Maret 2026 01:05 WIB
Image Print
Arsip Foto - Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengawal pertanyaan anggota parlemen di Dewan Rakyat, Kuala Lumpur, Rabu (10/7/2024). ANTARA/Virna P Setyorini/am.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia akan mengirimkan nota diplomatik kepada Filipina sesegera mungkin untuk menolak klaim baru atas Sabah, seperti yang baru-baru ini diangkat oleh senator Filipina, Robin Padilla.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan, sebagaimana laporan BERNAMA yang dikutip di Kuala Lumpur, Minggu malam, mengatakan Malaysia secara konsisten mengirimkan nota diplomatik semacam itu setiap kali pernyataan mengenai klaim atas Sabah diangkat oleh pihak mana pun.

la mengatakan bahwa posisi Sabah sebagai bagian dari Federasi Malaysia bersifat final, karena rakyat negara bagian tersebut telah memutuskan untuk bergabung dengan Malaysia melalui proses yang sah dan telah diverifikasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Ini (klaim Sabah) bukanlah isu baru; ini telah diangkat selama beberapa dekade. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian dari masalah internal mereka (di Filipina) sehingga rakyat mereka fokus pada masalah lain. Saya merasa bahwa rakyat Filipina Juga memahami bahwa politisi terkadang mencari isu untuk mengalihkan perhatian publik," kata Hasan.

Hasan menegaskan Malaysia tentu akan menolak klaim tidak berdasar tersebut. Dia juga menyatakan klaim itu dibuat oleh individu dan tidak mencerminkan sikap resmi pemerintah Filipina, dan karenanya tidak mempengaruhi hubungan bilateral antara kedua negara.

Dia menyampaikan terlepas dari banyaknya pernyataan dan klaim yang dibuat, hal itu tidak pernah merusak hubungan baik antara Malaysia dan Filipina, terutama karena Filipina juga menjabat sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Media sebelumnya melaporkan bahwa senator Filipina, Padilla mendesak Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. untuk menghidupkan kembali isu terkait klaim Filipina atas Sabah, sebuah wilayah yang kaya akan sumber daya alam.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Padilla dilaporkan mengatakan sudah saatnya Manila bertindak tegas untuk "hak aset yang menurutnya milik Filipina.

Terpisah Ketua Menteri Sabah Datuk Seri Hajiji Noor mengatakan klaim Sabah seringkali dijadikan polemik oleh pihak-pihak tertentu di Filipina, khususnya sebagai taktik politik selama musim pemilihan.

Hajiji menekankan bahwa status Sabah sebagai bagian dari Federasi Malaysia bersifat final dan telah diakui oleh PBB, sehingga tidak ada ruang untuk perselisihan lebih lanjut.

"Di sana, isu-isu ini cenderung muncul menjelang pemilihan senat mereka. Tetapi rakyat Sabah telah lama memutuskan untuk menjadi bagian dari Malaysia. Ini bukan untuk diperdebatkan," kata Hajiji Noor.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026