Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

RI serukan pertemuan darurat DK PBB selidiki gugurnya personel TNI di UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 10:37 WIB
Image Print
Arsip - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (kedua kiri) didampingi Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL Lektol Laut (P) Anugerah Annurullah (kiri) memberikan selamat kepada prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL kapal perang KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Kolinlamil, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Dalam misinya, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL telah melakukan 33 kali on task meliputi 70 persen patroli di Laut Mediterania serta menjalankan naval diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh serta transparan terkait gugurnya personel asal Indonesia di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Menurut unggahan akun media sosial resmi Menteri Luar Negeri (Menlu) RI di X, seperti dipantau di Jakarta, Selasa, Menlu RI Sugiono menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Senin (30/3) terkait gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia.

"Kami menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan," demikian kata Sugiono.

Dia menyatakan Indonesia mengutuk serangan keji tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat.

Indonesia juga menghargai ungkapan belasungkawa dari Sekjen Guterres dan kesediaan PBB untuk bekerja sama erat dengan Indonesia terkait pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia.

Senin (30/3), Kemlu RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga tentara lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan ketiga anggota TNI yang terluka itu telah dievakuasi ke fasilitas medis, termasuk Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

Menurut situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), Selasa, per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 tentara Indonesia ikut berpartisipasi dalam UNIFIL.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI serukan pertemuan darurat DK PBB selidiki gugurnya anggota UNIFIL



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026