
Malaysia sampaikan belasungkawa atas gugurnya personel TNI di Lebanon

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL).
"Pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga serta Pemerintah Indonesia atas kehilangan nyawa dan luka-luka yang dialami oleh pasukan penjaga perdamaian Indonesia dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)," tulis keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Selasa.
Insiden serangan itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr dan Bani Hayyan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026.
Wisma Putra menyatakan serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701.
Baca juga: RI serukan pertemuan darurat DK PBB selidiki gugurnya personel TNI di UNIFIL
Malaysia menyerukan kepada semua pihak untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta resolusi-resolusi PBB lainnya yang relevan, guna memastikan perlindungan dan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB, serta perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, tanpa kompromi.
"Pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," tegas Wisma Putra.
Lebih jauh Kemlu Malaysia menginformasikan bahwa personel militer dari Batalyon Malaysia (MALBATT) yang bertugas di UNIFIL saat ini dilaporkan dalam keadaan aman.
Baca juga: Dua lagi TNI gugur, PBB kutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
