Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Khofifah bersama Dubes RI untuk Australia perluas akses bahan baku kulit

Rabu, 1 April 2026 15:42 WIB
Image Print
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra Siswo Pramono di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia bersama pelaku bisnis Australia guna memperluas akses bahan baku industri kulit di Jawa Timur.

"Ini a new hope harapan baru bagi kita, Pak Dubes membantu kami membangun konektivitas membuka peluang peluang untuk bisa berkembang lebih baik di industri kulit," kata Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.

Khofifah mengatakan kunjungan tersebut strategis untuk mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam pengembangan industri kulit sebagai salah satu sektor unggulan di Jawa Timur.

Ia menjelaskan kolaborasi ini membuka peluang konkret dan berkelanjutan di sektor pengolahan dan perdagangan, termasuk industri kulit yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

"Pak Dubes ini memberikan ruang bagi Jawa Timur untuk bisa mengakses kulit karena industri kulit kita membutuhkan suplai yang lebih besar dan beliau membantu konektivitas untuk penyediaan baik untuk industri maupun untuk rambak," ujarnya.

Menurut dia, Jawa Timur merupakan salah satu sentra utama industri kulit nasional yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo, Magetan, serta Pasuruan dan sekitarnya, mencakup penyamakan hingga produksi alas kaki, tas, dan produk turunannya.

"Maka support raw material untuk industri kulit ini masih sangat dibutuhkan," tambahnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku industri yang menghadapi tantangan keterbatasan bahan baku berkualitas, modernisasi teknologi produksi, serta peningkatan standar kualitas untuk pasar ekspor.

"Disampaikan Pak Dubes bahwa Australia itu penyuplai daging untuk Timur Tengah jadi standarnya sudah standart halal, dan penyembelihan - penyembelihan di sana sudah dilakukan sesuai dengan kaidah syariah, ini menjadi penting bagi kita yang Muslim bahwa ada jaminan prosesnya dilakukan secara halal," katanya.

Ke depan, kerja sama dengan Australia diharapkan semakin strategis dalam penyediaan bahan baku kulit berkualitas tinggi, transfer teknologi pengolahan, serta investasi di sektor hilirisasi industri kulit.

"Karena yang kita datangkan bukan barang konsumsi tapi row material yang akan diproduksi," katanya.

Khofifah menilai hubungan perdagangan Jawa Timur dan Australia bersifat saling melengkapi (complementary trade), meskipun masih mencatatkan defisit bagi Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

"Dan saya rasa ini juga akan menjadi hal positif untuk peningkatan produktivitas industri kulit di Jawa Timur agar bisa semakin berkembang," ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra Siswo Pramono mengatakan kunjungannya bersama pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkuat kerja sama industri kulit.

"Kita mendukung industri kulit di Indonesia baik untuk kulit sepatu, maupun tas dan sebagainya ataupun untuk makanan," kata Siswo Pramono.

Ia memastikan rumah potong hewan di Australia yang memproduksi produk halal telah menjalankan prosedur penyembelihan sesuai syariah sehingga kehalalannya terjamin.

"Ini yang kami bawa ke sini untuk menciptakan sinergi, ini adalah tur yang kedua, tur yang pertama kita bawa teman-teman dari sini untuk melihat di Australia yang tur kedua ini kita bawa pengusaha Australia untuk melihat potensi di Indonesia," katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia akan membeli kulit dari Australia, sementara pihak Australia akan berinvestasi di industri kulit dalam negeri sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026