Universitas Kuala lumpur lanjutkan kerja sama dengan PT Indonesia

id UniKL,Universitas Kuala Lumpur

Presiden keenam Indonesia Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima gelar doktor "honoris causa" yang diserahkan Canselor UniKL yang juga Raja Pahang Tengku Mahkota Abdullah Al-Haj Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta`in Billah.

"Program ini bagus karena peserta didik di Indonesia tidak hanya belajar di kampus mereka saja, tetapi bisa belajar di UniKL bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa internasional dari negara lain, seperti dari Korea Selatan, Jepang, Prancis," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Salah satu perguruan tinggi swasta di Malaysia, Universitas Kuala Lumpur (UniKL), melanjutkan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga di Indonesia yang sudah dirintis semenjak 2012.

"Kami sekarang memiliki `One Semester Mobility Program`. Mahasiswa dari Indonesia mengikuti perkuliahan satu semester di UniKL. Jadi, misalnya ada mahasiswa akuntansi kuliah di Indonesia. Semester satu, dua dan tiga di Indonesia, semester ke empat perkuliahan bisa di UniKL," ujar dosen UniKL asal Indonesia Assoc Prof Dr Ilham Sentosa, PhD di Kuala Lumpur, Minggu.

Dosen Manajemen dan Entrepreneurship ini mengatakan kampusnya saat ini mempunyai kerja sama dengan 186 universitas dan institusi di Indonesia, termasuk dengan sejumlah pemerintah daerah.

"Program ini bagus karena peserta didik di Indonesia tidak hanya belajar di kampus mereka saja, tetapi bisa belajar di UniKL bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa internasional dari negara lain, seperti dari Korea Selatan, Jepang, Prancis," katanya.

Tujuan program ini, ujar dia, adalah menambah cakrawala karena perkuliahan di Indonesia berbeda dengan di UniKL.

"Kedua, memperkuat jaringan. Dengan bergabung dengan UniKL jaringannya internasional akan bertambah. Yang ketiga perkualihan menggunakan Bahasa Inggris sehingga bisa mengasah kemampuan mahasiswa," katanya.

Dia mengatakan kampus-kampus yang menjalin kerja sama tersebar mulai dari Aceh, Medan, Padang, Riau sampai Makassar.

"Program ini mulai 2012. Tiap semester selalu ada mahasiswa dari Indonesia. Perkuliahan dalam satu tahun ada tiga semester. Jadi mulai Januari, Juli dan September. Jadi selama empat bulan mengikuti perkulihan dengan kami," katanya.

Selain program tersebut pihaknya juga memiliki "lecture exchange" atau pertukaran dosen.

"Program ini berlaku untuk semua program S1 dan S2. Misalnya MM semester satu di Indonesia, semester kedua bisa di UniKL. Semester tiga tergantung kerjasamanya apakah di Indonesia ada di UniKL," katanya.

Tentang pembiayaan dia mengatakan dengan menggunakan dua cara yakni dari mahasiswa sendiri atau beasiswa dari kampus.

"Kami sekarang ada MoU misalnya ada lima mahasiswa, tujuh mahasiswa UniKL dikirim ke technopreneur camp di Solo. Pada saat yang sama Aptisi Solo juga mengirimkan ke kami," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar