Khofifah hadiri deklarasi pemenangan Jokowi - Ma`ruf di Malaysia

id Khofifah

Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional Perwakilan Malaysia untuk pemenangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin di Kuala Lumpur, Minggu. (Foto ANTARA/Agus Setiawan)

"Masing-masing mereka telah melakukan silaturahmi dengan santri, alumni dan jaringan mereka masing-masing yang ada di Malaysia," katanya.
Kuala Lumpur, 21/10 (Antara) - Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional Perwakilan Malaysia untuk pemenangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin di Kuala Lumpur, Minggu.

Deklarasi yang dilakukan di Hotel Adamson Chow Kit tersebut dilakukan usai pelantikan tiga ranting Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia masing-masing Ranting Chow Kit, Pantai Dalam dan Cheras oleh Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU.

Acara deklarasi diawali dengan istighotsah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto KH Asep Saifuddin dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur`an kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan "Yaa Lal Wathon".

Setelah itu dilanjutkan sambutan Ketua Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Malaysia Nur Alamin dilanjutkan sambutan Ketua Umum JKSN Drs H Roziki MM MBA yang juga mantan Kakanwil Depag Jatim.

Nur Alamin mengatakan, JKSN Malaysia beranggotakan santri, mahasiswa dan paguyuban WNI yang ingin memberikan sumbangan kepada Indonesia dalam berdemokrasi dengan memilih pasangan Jokowi dan KH Ma`ruf Amin.

Sementara itu Ketua Umum JKSN HM Roziqi mengatakan, kelahiran JKSN merupakan ide dari Khofifah Indar Parawansa yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah JKSN serta merupakan Gubernur Jawa Timur terpilih dari NU dan wanita yang pertama kali.

"Ini merupakan jaringan relawan pemenangan Ibu Khofifah dalam Pilgub Jatim yang masih terhubung," katanya.

Roziki mengharapkan bisa memenangkan 80 persen pasangan Jokowi dan KH Ma`ruf Amin di Malaysia.

"Kami mengharapkan ukhuwah dengan JKSN Malaysia agar terus terjaga sehingga bisa terus berkomunikasi," katanya.

Pelantikan diwarnai dengan menyanyikan lagu "Jokowi Wae" (Jokowi Saja) oleh para peserta yang mengenakan baju putih sembari melambai-lambaikan bendera Merah Putih dan bendera JKSN pada tangan kiri serta kanan.

Menurut leaflet yang dibagikan ke peserta, JKSN merupakan organisasi para relawan yang digerakkan para kiai dan bu nyai serta para santri dengan melaksanakan aktifitas konstruktif demi masyarakat adil dan makmur.

Posko utama JKSN beralamatkan di Jalan Diponegoro Nomer 9 Surabaya.

Ketua Dewan Pengarah JKSN, Khofifah Indar Parawansa ketika ditemui usai acara mengatakan, Malaysia ingin deklarasi JKSN sehingga beberapa kiai memang ikut hadir dalam deklarasi diantaranya dari Situbondo, Jember, Bondowoso, Sumenep dan Bangkalan.

"Masing-masing mereka telah melakukan silaturahmi dengan santri, alumni dan jaringan mereka masing-masing yang ada di Malaysia," katanya.

Khofifah mengatakan JKSN akan didirikan pada sepuluh provinsi yang padat penduduknya seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan di Pulau Jawa.

"Yang sudah terkomunikasikan untuk pendirian JKSN di luar negeri adalah di Malaysia, Taiwan, Hongkong. Kebetulan Kiai Asep lusa akan ke Mesir dan Maroko rupa terkonfirmasi ke mereka sehingga Minggu depan akan ada deklarasi di Mesir dan Maroko, " katanya.

Turut hadir dalam deklarasi Penasehat PP Muslimat NU Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid binti KH Wahab Hasbullah, Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah KH Afifudin Muhajir, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, Ketua Rois Syuriah PCI NU Malaysia, KH Liling Sibromilisi, Rois Tanfidiyah PCINU Malaysia, KH Ihyatul Lazib. Ketua Muslimat NU Jawa Timur, Hj Masruroh Wahid, Pimpinan Pondok Pesantren Sabilil Mutaqin, KH Miratul Mukminin, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) H.M. Arum Sabil dan Caleg PPP Jatim, Mas`ud Adnan.

Selain itu juga dihadiri ketua partai pendukung pasangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin yang ada di Malaysia. (Edy Supriyadi)

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar