Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Kemenko Perekonomian: 25 KEK percepat pertumbuhan ekonomi nasional

Rabu, 8 April 2026 04:18 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Kemenko Perekonomian RI Rizal Edwin Manansang memberikan materi pada kegiatan Musrenbang 2026 untuk penyusunan RKPD 2027 Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (7/4/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menegaskan sebaran 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh Indonesia hingga saat ini, dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sektor unggulan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Kemenko Perekonomian RI Rizal Edwin Manansang mengatakan distribusi KEK dari barat hingga timur Indonesia menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional di berbagai sektor prioritas.

“Keberadaan KEK tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan tersebar luas di berbagai daerah, dengan komposisi tujuh KEK berada di Jawa dan 18 KEK lainnya tersebar di luar Jawa, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua,” kata dia saat kegiatan Musrenbang 2026 untuk penyusunan RKPD 2027 Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa.

Rizal menegaskan sebaran tersebut bertujuan memastikan setiap wilayah memiliki pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada potensi unggulan daerah, sehingga mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dari sisi sektor, KEK di Indonesia diklasifikasikan ke dalam berbagai fokus utama, yakni 13 KEK sektor industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, dua KEK teknologi dan edukasi, satu KEK digital, serta satu KEK jasa lainnya, yang mencerminkan diversifikasi strategi pembangunan nasional.

Di wilayah Sumatera, sejumlah KEK yang telah berkembang antara lain Arun Lhokseumawe, Sei Mangkei, Batam Aero Technic, Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Nongsa, Tanjung Sauh, Galang Batang, serta Tanjung Kelayang, yang masing-masing mengusung keunggulan industri, logistik, hingga pariwisata.

Sementara di Pulau Jawa, KEK seperti Tanjung Lesung, Lido, Kendal, Batang, Gresik, Singhasari, serta KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional Banten menjadi pusat pengembangan industri manufaktur, pariwisata, serta inovasi berbasis teknologi dan pendidikan.

Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, pemerintah mengembangkan KEK Kura Kura Bali, Sanur dan Mandalika yang difokuskan pada sektor pariwisata berkualitas dan kesehatan, sedangkan di Kalimantan terdapat KEK Setangga serta Maloy Batuta Trans Kalimantan yang berorientasi pada penguatan industri berbasis sumber daya alam.

Adapun di wilayah timur Indonesia, KEK Palu, Bitung, Likupang, Morotai dan Sorong diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru yang mampu mendorong konektivitas ekonomi, pengembangan industri, serta peningkatan sektor pariwisata, sehingga memperkuat struktur ekonomi nasional secara inklusif dan berdaya saing global.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenko Perekonomian: 25 KEK percepat pertumbuhan ekonomi nasional



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026