Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Anwar Ibrahim: Satu kapal Malaysia rusak tidak bisa tinggalkan Hormuz

Jumat, 17 April 2026 18:04 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berada dalam satu mobil di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut satu dari tujuh kapal berbendera Malaysia yang membawa minyak mengalami kerusakan sehingga tidak dapat meninggalkan pelabuhan di Selat Hormuz.

"Dari segi perizinan, Iran telah menyetujui ketujuh kapal tersebut, tetapi satu kapal mengalami masalah teknis dan tidak dapat meninggalkan pelabuhan. Dengan perkembangan terbaru ini, kami menghadapi beberapa kesulitan kecil," kata Anwar di Malaysia, Jumat, seperti dilaporkan BERNAMA.

Dia mengatakan dari tujuh kapal berbendera Malaysia yang diizinkan melintasi Selat Hormuz, dua di antaranya telah melewati selat tersebut, dan satu telah tiba di Malaysia.

Anwar mengatakan pemerintah sedang memantau dengan cermat kapal-kapal yang belum melewati selat tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Anwar mengatakan Malaysia akan berpartisipasi dalam pertemuan internasional khusus tentang situasi di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz, yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Pertemuan tersebut akan membahas upaya untuk memastikan keselamatan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Saya akan mendelegasikan ini kepada Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan. Posisi kami adalah harus ada kebebasan melintas," ujar Anwar.

"Namun, kami tidak dapat menyangkal hak-hak Iran dan kekhawatiran kami atas tindakan masa lalu Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Oleh karena itu, kami mengambil sikap yang lebih seimbang dan independen," katanya.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026