
Andalan Kwarnas apresiasi Gudep KBRI KL jadi model kepramukaan luar negeri

Kuala Lumpur (ANTARA) - Andalan Nasional Bidang Hubungan Luar Negeri Kwartir Nasional (Kwarnas) Acep Somantri mengapresiasi kinerja para Pembina Gugus Depan (Gudep) KBRI Kuala Lumpur yang selama ini cukup signifikan dan menjadi model pengembangan kepramukaan di luar negeri.
Hal itu disampaikan Acep Somantri yang juga merupakan Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Manajemen, dalam kunjungan ke KBRI KL, Kamis (16/4), sebagaimana keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu.
Dalam kunjungan itu Acep didampingi oleh Wakil Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Wakamabigus) Pramuka KBRI KL Danang Waskito, dan diterima para Pembina Gudep Pramuka KBRI KL yang terdiri atas unsur guru, pengelola sanggar bimbingan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sukarelawan penggiat kepramukaan berdedikasi dan berasal dari tiga pangkalan latihan yakni Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Gombak, dan An-Nadloh-Banting.
Acep yang hadir mengenakan seragam Pramuka lengkap memberikan pembekalan kepada 16 orang Pembina Gudep Pramuka KBRI KL.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut dua orang Pandega dari Racana Universitas Nurul Jadid (UNUJA) yang akan bertugas di Pondok An-Nadloh, Banting-Selangor.
Kegiatan diawali dengan pembekalan singkat dari Danang Waskito mengenai perkembangan terkini geliat kepramukaan di Kuala Lumpur.
Danang yang juga merupakan Wakil Duta Besar KBRI KL melaporkan tentang pelaksanaan Musyawarah Gudep pada akhir Desember tahun lalu, pelaksanaan kegiatan-kegiatan rutin dan partisipasi, penguatan kerja sama dengan Pengakap Malaysia dan WSB WOSM, serta partisipasi Pelatih Pembina Pramuka Gudep ke WoodBagde Course yang diikuti sedikitnya 10 negara.
Turut dilaporkan juga terkait dengan keanggotaan, tantangan, dan prospek di Gudep KBRI Kuala Lumpur ke depan.
Sementara Acep Somantri menyampaikan salam hangat dari Kakwarnas Gerakan Pramuka dan mengapresiasi kinerja para Pembina Gudep KBRI Kuala Lumpur.
Acep mengungkapkan pentingnya peran kepramukaan sebagai salah satu pilar utama dalam diplomasi Indonesia khususnya dalam konteks people-to-people diplomacy.
Menurutnya kepramukaan memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter, penguatan nasionalisme, serta pengembangan kapasitas generasi muda di tingkat global.
Acep menegaskan terkait keanggotaan serta pentingnya mendaftar ke portal AyoPramuka yang baru diluncurkan, sehingga semua aktivitas anggota dapat direkapitulasi dan dihargai.
Dia menyampaikan Kwarnas akan membantu dan mengakomodir persoalan-persoalan yang terdapat di Gudep Perwakilan RI di seluruh dunia.
Hal ini termasuk upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi Pembina Pramuka melalui kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD), pelatihan-pelatihan intensif, dan juga motivasi melalui pemberian Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD).
Acep juga mendorong agar Gudep KBRI/Konjen untuk mengikuti Jambore Nasional yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang dan kegiatan-kegiatan kepanduan lokal.
Pertemuan juga diikuti diskusi terbuka dan sesi tanya jawab yang disambut dengan antusiasme para pembina.
Pertemuan diharapkan dapat memberikan bekal bagi para pembina kepramukaan di Gudep KBRI Kuala Lumpur untuk selanjutnya diimplementasikan di tatanan satuan gugus depan masing-masing.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
