
Paus sperma panjang 15 meter terdampar di pantai Kabupaten Jembrana Bali

Jembrana, Bali (ANTARA) - Ikan paus sperma (physeter macrocephalus) dengan panjang mencapai sekitar 15 meter terdampar di pantai, di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, hingga menjadi tontonan warga sekitar.
Kapolsek Melaya Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana mengatakan paus nahas itu ditemukan terdampar di Pantai Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, sekitar pukul 14.00 WITA.
Dia mengatakan informasi ikan paus terdampar pertama kali diketahui warga bernama I Putu Pulasari, yang kemudian informasinya cepat menyebar termasuk laporan ke pihak kepolisian.
"Paus ini berada sekitar 100 meter dari pantai. Warga yang menonton sempat melihatnya bergerak-gerak, yang diduga saat awal ditemukan masih hidup," katanya.
Namun, menurut dia, saat air surut paus itu sudah tidak bergerak lagi dan saat didekati diketahui sudah mati dengan posisi kepala menghadap ke laut.
"Besok bangkai paus ini akan kami kubur setelah pemeriksaan menyeluruh dari dokter hewan untuk menganalisa penyebab kematiannya," kata I Ketut Sukadana.
Selain aparat dari Polsek Melaya, Polairud, dan TNI AL, ratusan warga berdatangan untuk menonton ikan paus yang dari identifikasi awal berjenis kelamin betina.
"Untuk penyebab kematiannya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan lagi oleh dokter hewan besok," kata I Ketut Sukadana.
Setelah diperiksa, kata dia, rencananya ikan paus tersebut langsung dikubur di lokasi untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, seperti bau busuk dari bangkai tersebut.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Putu Suparta mengatakan pihaknya bersama institusi terkait melakukan penjagaan di lokasi agar situasi aman dan kondusif hingga ikan paus itu dikubur.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ikan paus panjang 15 meter mati terdampar di pantai Jembrana Bali
Pewarta : Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
