Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Kapal diduga bawa WNI tenggelam di Malaysia, sementara 23 selamat

Selasa, 12 Mei 2026 12:40 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kapal tenggelam di tengah cuaca buruk. (ANTARA/Shutterstock/aa.)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Negara Bagian Perak, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia, di perairan Pulau Pangkor.

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob dalam siaran pers yang diterima, di Kuala Lumpur, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan pada Senin (11/5) sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut dan meminta bantuan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Operasi SAR segera dilakukan pada pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan KM GAGAH serta BENTENG 1203 untuk melaksanakan upaya pencarian dengan bantuan instansi terkait seperti Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.

Sebuah kapal nelayan lokal, VNT PKFB 616, berhasil menyelamatkan sebanyak 23 korban yang terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan warga negara Indonesia, di mana selanjutnya seluruh korban diantar oleh Kapal PPM PAC 16 ke Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses dokumentasi serta penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan awal terhadap para korban mendapati bahwa jumlah keseluruhan PATI yang berada di atas kapal tersebut sebanyak 37 orang.

Hingga saat ini, sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.

Dalam perkembangan terkait, KM GAGAH turut melaporkan penemuan tiga buah tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di lokasi operasi SAR dan akan dilakukan identifikasi oleh korban-korban yang telah diselamatkan.

Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.

Berdasarkan laporan, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia dengan beberapa tujuan yang diperkirakan meliputi Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

Operasi SAR ini juga melibatkan sejumlah armada seperti KD Sri Indera Sakti, Helikopter Fennec TLDM, dua unit Fast Combat Boat (FCB) TLDM, Pesawat Bombardier CL 415 (APMM), serta Kapal PAC 16 (PPM) untuk melaksanakan pemantauan udara dan pencarian di area insiden.

Kepten Maritim Mohd Shukri bin Khotob menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” ujarnya.

Otoritas Maritim Negeri Perak, Malaysia meminta masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan petunjuk mengenai para korban yang masih belum ditemukan untuk menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Perak di nomor 05-683 8737 atau nomor darurat 999 untuk tindakan segera.

Baca juga: KBRI gerak cepat upayakan penanganan WNI korban tenggelam di perairan Malaysia



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026