Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

UMKM Mimika Papua ekspor perdana kepiting bakau ke Malaysia

Kamis, 14 Mei 2026 09:13 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pengiriman komoditas perikanan berupa kepiting bakau dan lobster dari Maluku (ANTARA/Dedy Azis)

Timika (ANTARA) - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika, Papua Tengah melaksanakan ekspor perdana kepiting bakau (karaka) sebanyak 240 kilogram ke Malaysia.

Ekspor perdana dilakukan oleh PT Hoki Laut Perkasa melalui Bandar Mozes Kilangin Timika. Pelepasan resmi dilakukan oleh Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.

Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Rabu mengatakan, Pemerintah Mimika berkomitmen mendukung dan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah itu mampu menembus pasar ekspor.

UMKM yang bergerak di bidang perikanan di Mimika memiliki potensi yang sangat besar untuk mengekspor komoditas perikanan ke pasar internasional.

“Kepiting bakau yang di ekspor ke Malaysia ini hasil tangkapan masyarakat. Kalau sekarang kita bisa ambil lama-lama habis. Tugas kami adalah bagaimana mendorong masyarakat untuk membudidayakan kepiting," kata Johannes pada kegiatan pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Mimika 2026 di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Pemkab Mimika memberikan dukungan kepada pelaku UMKM Mimika. Ia meminta kepada Bea Cukai Timika agar setiap komoditas perikanan yang di kirim keluar negeri tetap mencantumkan Mimika menjadi daerah asal pengiriman.

"Kami berharap surat keterangan asal ini harus dari Timika, ini harapan kami. Terima kasih Bea Cukai dan Karantina yang sudah membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi di Mimika. Hari ini merupakan satu langkah nyata dimana kita bersama-sama menuju pasar internasional" ujarnya.

Kegiatan ekspor ini merupakan satu motivasi bahwa melalui kolaborasi yang dibangun secara kuat maka hasil produk UMKM Mimika akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang membanggakan Mimika, Papua dan Indonesia.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Timika Yudi Amrullah mengatakan, kehadiran pemerintah daerah pada UMKM Go Internasional, pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Mimika 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan yang sangat besar bagi UMKM Mimika untuk menuju pasar internasional.

Ekspor UMKM ini juga menunjukkan bahwa potensi daerah khususnya sektor perikanan laut memiliki kontribusi yang sangat nyata terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Ia menyebut, total devisa ekspor Sumber Daya Alam (SDA) 2025 melalui Timika mencapai Rp1,29 miliar dan volume ekspor mencapai 21,5 ton. Pada 2026 ini nilai devisa ekspor SDA sampai Mei telah mencapai Rp1,05 miliar dengan total volume ekspor mencapai 19,24 ton.

“Jadi sudah hampir setara dengan capaian tahun lalu. Komoditas utama ekspor di tahun 2026 ini kepiting bakau hidup. Negara tujuan ekspor Malaysia dan Singapura. UMKM berpotensi ekspor di tahun 2026 ini sangat banyak, untuk yang eksportir kepiting bakau ada dua yakni PT Harapan Nurdiana Jaya bersama PT Hoki Laut Perkasa," ujarnya.

UMKM yang melaksanakan ekspor perdana ini merupakan binaan Bea Cukai Timika, Karantina Papua Tengah dan UPBU Moses Kilangin Timika.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, ekspor hari ini adalah hasil kolaborasi bersama untuk mendukung produk UMKM Mimika diakui secara internasional.

Ekspor kepiting bakau ini bukan hanya pengirim komoditas semata namun menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Mimika.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produk sehingga kepatuhan terahap standar karantina dan regulasi internasional tetap tidak meninggalkan nilai nilai kearifan lokal dengan menjaga kelestarian nya," ujarnya

Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM yang lain, sehingga Karantina Papua Tengah, Bea Cukai Timika dan UPBU Moses Kilangin Timika siap mengkader UMKM yang lain untuk tembus pasar Internasional.

Baca juga: Ekspor kepiting bakau Mimika ke Malaysia dan Singapura Januari-Mei capai 16,9 ton



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026