Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Malaysia keberatan atas pencabutan izin ekspor rudal oleh Norwegia

Kamis, 14 Mei 2026 11:19 WIB
Image Print
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store. (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)
...tampaknya Norwegia tidak merasa perlu menunjukkan sikap yang sama kepada kami maupun menjunjung itikad baik tersebut

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keberatannya atas pencabutan izin atau lisensi ekspor Naval Strike Missile (NSM/rudal serangan angkatan laut) oleh Norwegia.

Keberatan itu disampaikan langsung Anwar Ibrahim kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store melalui percakapan telepon, sebagaimana keterangan Anwar dalam akun Facebook-nya, yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis.

"Saya telah menyampaikan keberatan keras Malaysia dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, terkait keputusan sepihak dan tidak dapat diterima dari Norwegia untuk mencabut lisensi ekspor sistem Naval Strike Missile (NSM) beserta sistem peluncurnya, dengan dalih melindungi keamanan Norwegia," kata Anwar.

Anwar menegaskan bahwa Malaysia telah memenuhi setiap kewajiban dalam kontrak ini sejak tahun 2018 secara cermat, penuh itikad baik, dan tanpa keraguan sedikit pun.

"Namun tampaknya Norwegia tidak merasa perlu menunjukkan sikap yang sama kepada kami maupun menjunjung itikad baik tersebut," tegas Anwar.

Dia menegaskan bahwa keputusan ini akan membawa konsekuensi serius terhadap kesiapan operasional pertahanan Malaysia dan program modernisasi Littoral Combat Ship (LCS). Keputusan tersebut juga dinilainya akan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap keseimbangan kawasan.

Dia mengingatkan bahwa kontrak yang telah ditandatangani adalah instrumen yang sakral.

"Kontrak bukanlah konfeti yang bisa ditebarkan secara sewenang-wenang. Jika pemasok pertahanan Eropa merasa berhak mengingkari komitmen tanpa konsekuensi, maka nilai mereka sebagai mitra strategis akan lenyap begitu saja," jelas Anwar.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026