Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Italia desak Selat Hormuz dibuka tanpa pungutan dan pembatasan

Minggu, 17 Mei 2026 09:57 WIB
Image Print
Perdana Menteri Italia Georgia Meloni akan mengunjungi Lebanon, di tengah berlangsungnya serangan udara dan daratĀ Israel, sementara kekhawatiran kian meningkat bahwa eskalasi berkelanjutan dapat memicu perang besar di Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py

Yunani (ANTARA) - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Sabtu mengatakan Selat Hormuz harus dibuka kembali tanpa pungutan maupun pembatasan diskriminatif.

Ketika berbicara dalam Forum Eropa-Teluk di kawasan resor Costa Navarino, Yunani, Meloni menyebut solusi berkelanjutan atas krisis di Selat Hormuz harus didasarkan pada sejumlah prinsip penting.

“Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya kawasan Mediterania dan Teluk, tetapi juga seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” kata Meloni.

Ia menambahkan Italia siap berkontribusi untuk mendukung keamanan pelayaran jika kondisi memungkinkan.

Menurut Meloni, Italia dapat membangun kontribusi tersebut berdasarkan pengalaman operasi misi Uni Eropa Aspides dan Atalanta di Laut Merah dan Samudra Hindia.

Meloni juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir karena dapat mengancam negara-negara tetangganya.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PM Italia desak Selat Hormuz dibuka tanpa pungutan dan pembatasan



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026