Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Malaysia desak pembebasan segera seluruh aktivis kemanusiaan flotilla

Selasa, 19 Mei 2026 11:05 WIB
Image Print
Arsip foto - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri KTT Darurat Arab-Islam, di Doha, Qatar, Senin (15/9/2025). ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak pembebasan segera seluruh aktivis kapal kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla yang ditahan oleh Israel.

"Saya sedang bekerja sama erat dengan para pemimpin negara-negara sahabat untuk memastikan seluruh aktivis yang ditahan oleh rezim Zionis Israel segera dibebaskan," kata Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Selasa.

Anwar menyampaikan Malaysia menuntut agar para aktivis tidak diperlakukan zalim, dihalangi hak-hak kemanusiaannya, atau dikenai tindakan yang tidak berperikemanusiaan hanya karena membawa suara perdamaian dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Baca juga: PM Malaysia kecam penahanan aktivis kemanusiaan flotilla oleh Israel

Sebelumnya Anwar Ibrahim juga telah menyatakan kecaman atas penahanan lebih dari 100 aktivis kemanusiaan tersebut.

Anwar menyatakan tidak pantas terhadap misi bantuan kemanusiaan tersebut bukan saja melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, tetapi juga memperlihatkan kesewenang-wenangan rezim Zionis dalam menutup akses bantuan, membungkam suara kemanusiaan, serta menindas siapa pun yang bangkit mempertahankan dan membela rakyat Palestina.

Anwar menyatakan dari seratusan aktivis yang ditahan itu terdapat 16 aktivis dari Malaysia yang terlibat dalam misi damai Global Sumud Flotilla.

Anwar menekankan dunia tidak boleh terus-menerus tunduk pada kezaliman. Mejueut dia, penindasan terhadap rakyat Palestina dan terhadap mereka yang menggalang serta membawa bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan.

Dia menegaskan bahwa Israel harus mempertanggungjawabkan tindakannya.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026