Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Menbud dorong masyarakat lihat keris sebagai warisan budaya

Minggu, 24 Mei 2026 00:36 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan ke-2) saat ditemui awak media setelah peresmian Pameran Keris Nusantara di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (ANTARA/Farika Nur Khotimah)

Jakarta (ANTARA) -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong masyarakat untuk melihat keris sebagai warisan budaya dan karya seni adiluhung, bukan semata-mata dikaitkan dengan hal mistis.

“Kalau bicara soal keris, pertanyaan pertama pasti adalah ‘ada isinya’. Karena itulah literasi menjadi sangat penting,” kata Fadli usai membuka Pameran Keris Nusantara di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pandangan masyarakat terhadap keris selama ini masih banyak dipengaruhi narasi mistis, padahal keris memiliki nilai sejarah, filosofi, seni, dan budaya yang sangat luas.

Ia mengatakan pemahaman mengenai keris perlu dibangun melalui edukasi, literasi, hingga pendekatan digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal keris secara lebih utuh.

“Jadi kita terus kembangkan literasi dan narasi yang baik tentang keris karena keris ini adalah satu ekspresi budaya adiluhung nenek moyang kita,” ujarnya.

Fadli menilai unsur spiritual dalam keris memang tidak bisa dipisahkan sepenuhnya dari sejarah dan proses pembuatannya. Namun, menurut dia, hal tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat Nusantara.

“Kalau orang mendekatinya secara mistis, ya biasanya itu bagian dari proses,” katanya.

Ia juga menyinggung anggapan masyarakat terkait keris yang dianggap memiliki kemampuan supranatural.

“Ada yang bilang keris bisa terbang? Saya bilang bisa, kalau dibawa pakai pesawat terbang,” ujarnya disambut tawa.

Menurut Fadli, keris merupakan bagian dari budaya material atau material culture yang memiliki nilai artistik tinggi dan menjadi hasil perpaduan seni tempa, ukiran, filosofi, hingga sejarah panjang Nusantara.

Ia mengatakan keris tidak hanya berkembang di Pulau Jawa, tetapi juga menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, hingga negara-negara tetangga.

Dalam pameran tersebut, pemerintah menghadirkan pendekatan digital seperti video mapping, immersive display, hingga aplikasi interaktif untuk memperkenalkan keris kepada masyarakat.

Fadli berharap pendekatan tersebut dapat membantu mengubah cara pandang publik terhadap keris dari sekadar benda mistis menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

“Keris sudah menjadi warisan budaya tak benda dunia UNESCO. Jadi kita ingin masyarakat semakin memahami nilai budayanya,” katanya.

Peringatan Hari Keris Nasional diperingati setiap 19 April setelah ditetapkan pemerintah pada 2025 bertepatan dengan momentum berdirinya Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menbud dorong masyarakat lihat keris sebagai warisan budaya



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026