
KJRI Penang: Kolaborasi BNCT-port Malaysia perkuat konektivitas

Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang menyambut penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MoC) antara perusahaan Indonesia dengan Malaysia, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Penandatanganan Nota Kolaborasi dilakukan antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB), dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) pada Sabtu (30/5).
Konjen RI Penang Wanton Saragih dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Sabtu, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas untuk pergerakan barang/logistik dan perdagangan regional yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian Utara dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam hingga ke Asia Timur seperti Tiongkok.
Penandatanganan nota tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf; Chief Executive Officer Penang Port, Dato' Sasedharan Vasudevan; serta Group Chief Executive Officer MPSB, Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad, di tengah acara peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.
Hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kolaborasi diantaranya, Raja Negeri Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail; Menteri Pengangkutan Malaysia, Loke Siew Fook; Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, serta para pelaku usaha dari Indonesia, Perlis, Penang, dan sekitarnya.
Dalam kerangka kerja sama ini, BNCT akan berperan sebagai gerbang utama (gateway) di wilayah Sumatera untuk memperkuat distribusi barang menuju dan dari pasar regional.
Sementara Penang Port (PPSB), Malaysia, akan berperan sebagai transshipment hub, dan Perlis Inland Port (PIP), Malaysia, menjadi penghubung logistik darat (inland logistics) ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.
Dengan sinergi tersebut, ketiga otoritas pelabuhan sepakat untuk mengupayakan efisiensi rantai pasok, mempercepat arus kargo lintas negara, serta menghubungkan sistem digital yang terintegrasi untuk memastikan arus barang secara end-to-end.
Wanton menyampaikan dengan skema ini, akan dicapai waktu tempuh yang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih efisien sekaligus membuka akses darat menuju Thailand, Kamboja, Laos, hingga Tiongkok.
Secara operasional, jalur Pelabuhan Belawan–Penang sejauh sekitar 255 km, dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total jarak sepanjang 388 km.
Rute ini dinilai lebih efisien daripada rute konvensional Pelabuhan Belawan–Singapura yang hampir dua kali lebih jauh, sehingga mempercepat distribusi barang/komoditi Indonesia ke pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya.
Konjen Wanton menilai kerja sama ini akan membangun konektivitas bagi peningkatan mobilitas barang/logistik dan perdagangan antara Indonesia dan Wilayah Kerja KJRI Penang (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis), khususnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi tiga negara yang berbatasan yakni Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT Growth Triangle).
Selain itu, kerja sama ini juga mengembangkan koridor alternatif untuk konektivitas antar negara ASEAN dengan negara Asia Timur seperti Tiongkok dengan rantai pasok yang lebih efisien.
“BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antar sesama ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien. Konektivitas ini akan mempercepat arus komoditi produk unggulan Indonesia dari wilayah Sumatera seperti palm oil and derivatives, kopi, coklat, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Wilayah Kerja (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis) dan kawasan,” ujar Wanton Saragih.
Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf menyatakan bahwa Nota Kolaborasi ini merupakan langkah strategis memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik internasional.
“MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global. BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” ujar Mohamed Suffian bin Abdul Manaf.
KJRI Penang menyatakn akan terus mendorong inisiatif untuk pengembangan konektivitas antara Indonesia dengan Wilayah Kerja KJRI Penang, antarsesama negara ASEAN dan dengan kawasan lainnya untuk kepentingan nasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KJRI Penang: Kolaborasi BNCT-port Malaysia perkuat konektivitas
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
