Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

AS dikabarkan kawal 70 kapal dagang lintasi Selat Hormuz

Senin, 1 Juni 2026 10:41 WIB
Image Print
Kapal tanker minyak mentah ENEOS DREAM berlayar melalui Selat Uraga di pintu masuk Teluk Tokyo pada 16 Mei 2026, di Kanagawa, Jepang. Menurut laporan yang diterbitkan pada 16 Mei, kilang minyak Jepang meningkatkan transfer minyak mentah antar kapal di perairan Asia menyusul risiko keamanan di sekitar Selat Hormuz, dengan ENEOS DREAM dilaporkan menerima minyak mentah yang ditransfer dari kapal tanker asing di dekat Selat Malaka sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jepang. Anadolu Agency/pri.

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir, The New York Times (NYT) melaporkan, mengutip pejabat Komando Pusat AS (CENTCOM).

Sebelumnya, CENTCOM membantah laporan mengenai dimulainya kembali pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Menurut sumber yang dikutip NYT, tidak diungkapkan kapal mana yang melintasi selat tersebut maupun rute yang ditempuh.

Seorang pejabat hanya mengonfirmasi bahwa sedikitnya satu kapal melewati wilayah dekat pantai Iran.

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan terus memantau lalu lintas kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah upaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Pada 29 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut.

Namun, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa militer AS tetap melanjutkan blokade meski ada pengumuman tersebut.

Pekan ini, pejabat AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Iran juga berkomitmen membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Disepakati pula bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz tidak akan dikenai pungutan apa pun.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

AS dan Iran pada 8 April mengumumkan gencatan senjata, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil. AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS dikabarkan kawal 70 kapal dagang lintasi Selat Hormuz



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026