Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Presiden Prabowo tegaskan koperasi jadi pilar Ekonomi Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 16:32 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia yang bermakna penegasan nilai Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa dan sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat koperasi sebagai pilar Ekonomi Pancasila untuk mendorong pemerataan kesejahteraan dan menjadikan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan.

Dalam amanat upacara Hari Lahir Pancasila di pelataran Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin, Prabowo mengatakan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada capaian statistik, tetapi harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

“Koperasi harus diperkuat. Koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Prabowo.

Ia menegaskan rakyat harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek atau alat pembangunan.

Prabowo menjelaskan tujuan akhir Ekonomi Pancasila adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan hasil pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan atau dokumen sejarah, melainkan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam membangun sistem ekonomi nasional.

Menurut dia, ekonomi yang berlandaskan Pancasila harus bersifat egaliter, berorientasi pada kepentingan rakyat, menjunjung nilai kemanusiaan, serta berpihak pada kepentingan nasional.

“Ekonomi kita harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja,” katanya.

Prabowo menilai sebagian keuntungan dari sumber daya alam Indonesia selama ini masih mengalir ke luar negeri sehingga perlu upaya untuk memastikan manfaatnya lebih besar dirasakan oleh rakyat.

Upacara Hari Lahir Pancasila pada hari ini diikuti oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-13 KH Ma'ruf Amin, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, dan pejabat negara lainnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo tegaskan koperasi jadi pilar Ekonomi Pancasila



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026