Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Uni Eropa peetimbangkan sanksi untuk pejabat Israel terkait GSF

Selasa, 2 Juni 2026 10:42 WIB
Image Print
Arsip - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia (23/5/2025). (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe)

Brussels (ANTARA) - Uni Eropa akan mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap sejumlah pejabat senior Israel menyusul penahanan para aktivis armada pro-Palestina Global Sumud, lapor Politico dengan mengutip rancangan dokumen akhir untuk KTT Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Juni.

Menurut laporan tersebut, para duta besar negara-negara anggota Uni Eropa akan membahas kemungkinan penerapan pembatasan terhadap anggota senior pemerintahan Israel untuk pertama kalinya pada Rabu.

“Dewan Eropa mengecam perlakuan buruk terhadap para tahanan setelah pencegatan Armada Global Sumud (GSF) di perairan internasional,” demikian bunyi rancangan dokumen tersebut sebagaimana dikutip Politico.

Dokumen itu juga menyatakan “mengundang Dewan Uni Eropa untuk melanjutkan pembahasan mengenai langkah-langkah pembatasan terhadap para menteri ekstremis yang menghasut dan mendorong terjadinya pelanggaran hak asasi manusia semacam itu.”

Pejabat Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Politico bahwa keputusan akhir akan diambil setelah seluruh negara anggota menyampaikan pandangannya.

“Kami harus mendengarkan posisi semua pihak sebelum mencapai kesepakatan akhir,” kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip Politico.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Republik Ceko telah menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian sanksi kepada Israel.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir merilis sebuah video yang memperlihatkan pasukan keamanan Israel memaksa para aktivis armada Global Sumud yang ditahan untuk berlutut, menundukkan wajah ke lantai, serta mengikat mereka.

Ben-Gvir sendiri tampak dalam video tersebut dan menyampaikan pernyataan yang disebut provokatif terhadap para aktivis.

Pihak armada Global Sumud kemudian melaporkan sekitar 30 kasus patah tulang di kalangan aktivisnya serta menuduh pasukan Israel melakukan tindakan pelecehan terhadap mereka.

Global Sumud Flotilla adalah konvoi kemanusiaan internasional yang melibatkan puluhan kapal sipil dari puluhan negara, yang bertujuan menembus blokade laut Israel demi menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza, Palestina.

Gerakan itu diikuti oleh ratusan relawan dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis lingkungan, jurnalis, tenaga medis, dan politisi internasional. Kapal-kapal mereka membawa bantuan kemanusiaan darurat seperti makanan berprotein tinggi, air bersih, susu, dan pasokan medis penting.

Misi GSF merupakan bentuk solidaritas global dan upaya damai untuk menuntut diakhirinya blokade dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Namun dalam pelaksanaannya, armada ini sering menghadapi rintangan, termasuk pencegatan di perairan internasional oleh militer Israel yang berujung pada penahanan para aktivis.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Uni Eropa pertimbangkan sanksi untuk pejabat Israel terkait GSF



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026