
PBB: Krisis energi Kuba ganggu layanan kesehatan, pengiriman bantuan

Ontario, Kanada (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (4/6), memperingatkan bahwa krisis energi di Kuba yang kian memburuk sangat berdampak terhadap sejumlah layanan penting, termasuk perawatan kesehatan, produksi pangan, dan operasi bantuan kemanusiaan.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers mengatakan dampak gabungan dari "krisis energi akibat perintah eksekutif AS dan sejumlah sanksi lainnya bersamaan dengan badai dan bencana alam, sangat luas dan meluas setiap hari."
"Seluruh layanan dasar, mulai dari air bersih dan sanitasi hingga produksi pangan dan sektor kesehatan, terdampak oleh kurangnya bahan bakar dan aliran listrik," katanya.
Dujarric mencatat bahwa "lebih dari 100.000 operasi telah ditunda karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan."
Dia menambahkan bahwa PBB dan para mitranya memiliki "rencana aksi untuk membantu hingga 2 juta orang," tetapi mengatakan krisis energi menghambat upaya bantuan.
"Krisis energi juga membatasi kemampuan kami untuk mengirimkan bantuan yang telah dijanjikan, dengan puluhan kontainer makanan dan perlengkapan medis masih berada di pelabuhan karena kekurangan bahan bakar untuk mengeluarkannya dari pelabuhan," katanya.
Kuba menghadapi krisis bahan bakar yang parah dan pemadaman listrik yang meluas dalam beberapa bulan terakhir setelah pembatasan yang lebih ketat dari AS, termasuk embargo minyak yang diberlakukan pada Januari 2026.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB peringatkan dampak luas krisis energi Kuba
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
