
FBI kerahkan sistem anti-drone ke semua fasilitas Piala Dunia 2026

Washington (ANTARA) - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat menyatakan akan mengerahkan sistem untuk mendeteksi dan melumpuhkan drone pada semua fasilitas terkait penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.
"Sebagai bagian persiapan kami, FBI juga memprioritaskan kapabilitas sistem anti-pesawat nirawak (C-UAS). FBI telah bekerja sama dengan mitra federal dan penegak hukum di kota tuan rumah untuk memastikan fasilitas deteksi, pelacakan, dan mitigasi ada di setiap lokasi," kata FBI.
Melindungi ruang udara di atas lokasi kegiatan Piala Dunia "sama pentingnya seperti melindungi darat," menurut badan tersebut.
Pada akhir Mei, Dinas Penerbangan Federal AS (FAA) memastikan bahwa badannya, bersama Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Kehakiman, akan memberlakukan pembatasan penerbangan sementara di atas stadion yang menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026 dan titik konsentrasi para penggemar sepak bola di seantero AS.
Dinas Rahasia AS, pada awal Juni, mengatakan bahwa tanggung jawab utama terkait keamanan para penonton pertandingan Piala Dunia ada pada otoritas kota dan negara bagian tuan rumah.
Piala Dunia FIFA 2026 akan dilaksanakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11--19 Juni. Di AS, pertandingan Piala Dunia 2026 akan dilangsungkan di 11 kota.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FBI kerahkan sistem anti-drone ke semua fasilitas Piala Dunia 2026
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
