Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Potensi tsunami, Malaysia imbau warga sabah tidak dekati wilayah pantai

Senin, 8 Juni 2026 10:17 WIB
Image Print
Gempa yang mengguncang bagian selatan Filipina, kira kira seratusan kilometer dari perairan Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BMKG (Ho)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia Arthur Joseph Kurup mengimbau masyarakat yang berada di Sabah untuk tidak mendekati wilayah pantai, menyusul peringatan potensi tsunami yang telah diterbitkan, pascagempa di Filipina.

"Masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawasan pantai selama periode waktu yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama," kata Arthur dalam keterangan di Kuala Lumpur, Senin.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,9 di Filipina picu peringatan tsunami di pesisir Sabah

Arthur menekankan kepada seluruh masyarakat di Sabah, khususnya penduduk di kawasan pesisir sekitar Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu, agar waspada namun tetap tenang dan tidak panik.

Arthur mengimbau seluruh penduduk di kawasan terdampak untuk memberikan kerja sama penuh dan segera mematuhi setiap instruksi evakuasi maupun langkah-langkah keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia menyatakan pemerintah Malaysia melalui Departemen Meteorologi (MET) Malaysia dan berbagai instansi keselamatan terus memantau situasi secara cermat dari waktu ke waktu.

Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,9 dengan kedalaman 50 km terdeteksi terjadi di Mindanao, Filipina, Senin pagi pada pukul 07.37 waktu setempat. Gempa tersebut berpusat pada koordinat 5,7 derajat Lintang Utara dan 125,1 derajat Bujur Timur.

Getaran gempa turut dirasakan di beberapa wilayah sekitar Tawau dan Semporna, Sabah.

Baca juga: Gempa magnitudo 8,1 terjadi di lepas pantai Filipina

Berdasarkan analisis MET Malaysia, tsunami setinggi 0,4 meter diperkirakan akan menerjang kawasan pesisir di Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu antara pukul 10.30 hingga 12.00 siang, pada Senin 8 Juni 2026.

Pemerintah Malaysia menyatakan sirene peringatan tsunami telah dibunyikan di empat lokasi, yaitu Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu sebagai langkah kesiapsiagaan dan peringatan dini kepada masyarakat di kawasan yang terdampak.

Adapun MET Malaysia menyampaikan akan terus memantau secara seksama setiap perkembangan terkait aktivitas gempa susulan maupun risiko tsunami, serta akan menyalurkan informasi terkini dari waktu ke waktu. Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan publik.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026