
Petronas-Eni umumkan usaha patungan gas di Asia Tenggara

Kuala Lumpur (ANTARA) -
Perusahaan minyak dan gas asal Malaysia Petronas dan asal Italia Eni, mengumumkan pembentukan usaha patungan (joint venture) gas yang dinamakan Searah, yang menggabungkan bisnis energi kedua perusahaan di Malaysia dan Indonesia.
Petronas dalam keterangan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, menyampaikan usaha patungan 50:50 ini sebagai bagian dari pendekatan berbasis kemitraan untuk memperkuat nilai portofolio, mendukung pengembangan energi berkelanjutan, dan memperkuat keamanan energi Malaysia dan kawasan.
Menurut Petronas, Searah dirancang untuk beroperasi sebagai entitas independen, dan menyediakan platform yang lebih terfokus untuk meningkatkan kinerja operasional dan mempercepat penciptaan nilai, sejalan dengan upaya berkelanjutan Petronas untuk mengoptimalkan portofolio dan mengejar peluang pertumbuhan baru.
Petronas menyatakan dengan menggabungkan aset-aset terpilih di Malaysia dan Indonesia, Petronas dan Eni telah membentuk sinergi dalam portofolio, keahlian teknis, dan wawasan regional.
Pendekatan ini memungkinkan skala yang lebih besar, eksekusi yang lebih tajam, dan penyampaian nilai yang lebih kuat.
Presiden dan CEO Grup Petronas, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik, mengatakan pembentukan Searah sejalan dengan fokus Petronas yang semakin intensif dalam menerapkan disiplin yang lebih besar dalam pengembangan sumber daya yang diiringi dengan penyebaran modal yang lebih gesit serta penekanan yang lebih kuat pada penciptaan nilai berkelanjutan di seluruh value chain gas.
"Dengan memanfaatkan portofolio dan kemampuan yang saling melengkapi dari Petronas dan Eni, Searah diharapkan dapat menghadirkan kedalaman operasional, ketahanan finansial, dan kapasitas pertumbuhan kedua mitra dalam mengatasi kebutuhan energi yang terus meningkat di kawasan ini secara andal dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi terhadap keamanan pasokan jangka panjang di Indonesia dan Malaysia," ujar Muhammad Taufik.
Sementara itu CEO Eni Claudio Descalzi mengatakan Searah mencerminkan strategi satelit yang telah terbukti, yang bertujuan untuk membangun bisnis berkualitas tinggi dan terfokus yang dapat menggabungkan skala, efisiensi, dan pertumbuhan, serta didorong oleh keunggulan dalam eksplorasi dan pelaksanaan proyek, dan fokus berkelanjutan pada teknologi dan inovasi.
*Searah adalah entitas baru yang kuat di Asia Tenggara—yang pertama dan terbesar di kawasan ini—menggabungkan keahlian kami dengan keahlian Petronas untuk mendukung pengembangan sumber daya energi di Indonesia dan Malaysia, dengan komitmen yang kuat terhadap perlindungan lingkungan dan pertumbuhan lokal," jelas Descalzi.
Adapun pendirian Searah didasarkan pada Nota Kesepahaman yang diumumkan pada Februari 2025 dan penandatanganan Perjanjian Investasi yang diumumkan pada 3 November 2025, dengan semua persetujuan dari peraturan, pemerintah, dan mitra yang diperlukan.
Dengan portofolio yang terdiri dari 19 aset produksi dan pengembangan gas — 14 di Indonesia dan 5 di Malaysia —Searah memulai dengan basis produksi awal sekitar 300.000 barel setara minyak per hari (boe/d), dan menargetkan produksi berkelanjutan lebih dari 500.000 boe/d dalam tiga tahun ke depan.
Searah didukung oleh fasilitas kredit bergulir sebesar 6 miliar dolar AS, dengan antisipasi investasi total sebesar 20 miliar dolar AS selama lima tahun ke depan, tergantung pada persetujuan peraturan yang berlaku.
Investasi ini akan mendukung pengembangan lebih dari 3 miliar barel setara minyak (boe) sumber daya yang telah ditemukan dan membuka potensi eksplorasi tambahan.
Petronas dan Eni menyatakan memiliki ambisi keberlanjutan yang selaras untuk Searah, yang didukung oleh operasi yang bertanggung jawab, pengelolaan lingkungan, dan penciptaan nilai dan peluang jangka panjang baik di Malaysia maupun Indonesia.
Petronas menyatakan tetap teguh dalam komitmennya terhadap keamanan energi, dan untuk membangun kehadiran dan kemitraan internasional yang mendukung pengembangan energi berkelanjutan jangka panjang.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
