Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Dispar sambut baik wisatawan asal Banten jadi bidikan Tourism Malaysia

Selasa, 9 Juni 2026 18:58 WIB
Image Print
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan (kanan) didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, saat di wawancara di Kota Serang, Banten, Senin. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Serang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia lewat Tourism Malaysia yang membidik wisatawan asal Tanah Jawara ini untuk mengunjungi Negeri Jiran.

Hal tersebut disampaikan Eli Susiyanti setelah melakukan pertemuan antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Tourism Malaysia di Kota Serang, Banten, Senin.

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Banten tentu sangat mendukung. Ruang diskusi ini juga dapat menjadi ajang promosi bersama, tidak hanya menguntungkan bagi pariwisata Malaysia, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi Banten secara khusus," kata Eli.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan mengatakan kegiatan promosi ini kembali digencarkan karena Banten dinilai memiliki potensi pasar pelancong yang sangat besar menuju Negeri Jiran tersebut.

"Sebelumnya kami sudah biasa promosi di Bandung dan Jakarta, tetapi untuk di Banten ini kami sudah lama tidak masuk. Hari ini, melalui kerja sama dengan berbagai pihak di Banten, saya melihat ada potensi besar untuk menarik wisatawan Banten ke Malaysia," kata Hairi.

Hairi mencatat kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada 2025 mencapai 4,3 juta orang. Selama ini, destinasi yang paling populer dikunjungi pelancong nusantara adalah Kuala Lumpur, Melaka, dan Penang.

Untuk memperluas pilihan berlibur, Tourism Malaysia kini mulai memperkenalkan sejumlah destinasi baru seperti Perak, Ipoh, Sabah, Sarawak, Kelantan, Terengganu, dan Pahang. Pihaknya juga membagi pasar wisatawan Indonesia ke dalam empat segmen utama.

"Pertama adalah wisata keluarga yang menawarkan destinasi seperti taman rekreasi air Sunway Lagoon dan Legoland. Kedua, wisata medis (medical tourism) dengan fasilitas perawatan bertaraf dunia namun harganya terjangkau," jelasnya.

Lebih lanjut, segmen ketiga adalah wisata belanja yang menghadirkan ragam jenama (brand) internasional dengan harga menarik. Sementara segmen keempat adalah wisata kuliner khas Malaysia, seperti durian Musang King dan nasi kandar yang dinilai cocok dengan selera masyarakat Indonesia.

Terkait target kunjungan, Hairi menambahkan bahwa saat ini Tourism Malaysia merevisi target dan menyasar angka kumulatif 47 juta wisatawan internasional secara global.

Pihaknya belum menetapkan target spesifik khusus pasar Indonesia karena menyesuaikan dengan dinamika global, termasuk dampak eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga tiket penerbangan.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026