
Investor Malaysia bidik investasi berbagai sektor di Jateng

Semarang, Jateng (ANTARA) - Investor asal Kuala Lumpur, Malaysia, The Marq International SDN BHD berencana menanamkan investasinya di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, panas bumi, pertanian, dan infrastruktur di Jawa Tengah.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Senin, menyampaikan apresiasi atas rencana investasi perusahaan tersebut di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi The Marq bersama tim teknis Jakarta Konsultan Grup.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jateng mendukung investasi yang masuk ke wilayahnya, baik investor dalam negeri maupun luar negeri.
Dukungan itu diwujudkan melalui perizinan yang mudah, kondusivitas wilayah, kawasan industri, dan tenaga kerja.
Dalam pertemuan tersebut, Luthfi yang juga didampingi oleh direktur sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) menawarkan sejumlah peluang investasi yang dapat digarap di Jateng.
Misalnya, dalam energi terbarukan, PT JPEN yang merupakan BUMD milik Pemprov Jateng sedang fokus pada pemanfaatan CNG sebagai alternatif elpiji.
Begitu juga, JTAB menawarkan pengembangan agribisnis dan agrowisata di Jateng, serta PT PRPP menawarkan pengembangan kawasan PRPP secara lebih komprehensif.
Selain itu, di bidang infrastruktur, ia menawarkan potensi pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta Dry Port di Batang dan Kendal untuk mendukung logistik kawasan industri dan ekonomi khusus.
"Untuk sektor pariwisata, kami punya seribu desa wisata dan aglomerasi wisata. Selain itu juga sedang kami upayakan pengembangan wisata ramah Muslim," katanya.
Sementara itu, CEO Marq International SDN BHD Steven Wei berterima kasih atas sambutan hangat dari Gubernur Ahmad Luthfi.
Ia menilai bahwa Jateng merupakan salah satu tempat yang sangat terbuka untuk investor.
"Saya gembira karena Pak Gubernur sangat mendukung untuk membuat kerja sama. Tidak hanya dengan Malaysia, tetapi juga China, Korea, dan negara lain yang terhubung dengan kami. Ini waktu yang tepat untuk investasi ke Jawa Tengah," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
