
China kembali desak Iran dan AS hentikan pertempuran

Istanbul (ANTARA) - China kembali menyerukan Amerika Serikat dan Iran menghentikan pertempuran dan kembali berdialog.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian, Kamis, mengatakan Beijing "sangat" prihatin dengan situasi tersebut.
Jian mengingatkan konflik militer hanya akan "memperburuk situasi" dan melanjutkan aksi militer tidak akan menyelesaikan masalah mendasar apa pun.
"Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara di kawasan harus dihormati dan dilindungi," kata Lin.
Dia pun mendesak pihak-pihak terkait untuk menghentikan aksi militer, melanjutkan dialog dan negosiasi, menanggapi upaya mediasi negara-negara terkait, serta mencapai gencatan senjata sesegera mungkin.
Lin mengatakan China telah menjalin kontak dengan pihak-pihak terkait, termasuk Iran, sejak pecahnya konflik. China pun telah berupaya untuk mempromosikan pembicaraan perdamaian.
Selama dua pekan terakhir, AS dan Iran saling menyerang secara berkala seiring meningkatnya ketegangan di seluruh kawasan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menyerang 18 target militer utama milik Amerika di Teluk sebagai tanggapan atas serangan rudal Amerika.
Serangan AS tersebut menargetkan lokasi rekreasi, area industri, dan daerah dekat Karaj dan Nazarabad di sebelah barat Teheran, serta pangkalan IRGC di Kabupaten Pishva.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China kembali desak Iran dan AS hentikan pertempuran
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
