
KBRI KL kirim pulang 34 anak PMI penerima beasiswa afirmasi

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur akan mengirim pulang ke tanah air sebanyak 34 anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan juga beasiswa yayasan.
Beasiswa ADEM program bantuan pemerintah yang bertujuan memberikan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi pelajar dari daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), wilayah Papua, serta anak pekerja migran Indonesia (PMI).
Beasiswa ini termasuk dalam upaya repatriasi anak pekerja migran di luar negeri agar dapat pulang dan terjamin melanjutkan pendidikan menengah atas di tanah air, yang dikenal dengan beasiswa ADEM Repatriasi.
“Ini adalah langkah positif dan proaktif untuk mengurangi jumlah WNI ilegal di Malaysia. Selamat atas capaian ini, perlu kita syukuri bersama karena tidak semua orang mendapat kesempatan beasiswa seperti ini," ujar Atase Pendidikan KBRI KL Ahmad Romadhoni Surya Putra dalam pertemuan dengan penerima beasiswa di KBRI Kuala Lumpur, Kamis.
Atase Pendidikan KBRI KL mendorong para siswa-siswi penerima beasiswa ADEM dan yayasan untuk bisa memanfaatkan kesempatan mengembangkan diri dengan baik selama menempuh pendidikan di jenjang SMA.
“Masa depan seseorang akan ditentukan di usia SMA. Kalian memiliki nilai tambah yaitu wawasan luar negeri, berbanding teman-teman kalian di sekolah baru nanti yang mungkin mereka belum pernah sama sekali ke luar negeri. Maka jadikan itu sebagai modal meningkatkan kepercayaan diri,” ujarnya.
Di sisi lain Atase Pendidikan berpesan kepada para petugas pendamping untuk menjalankan tugas mulia ini dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Plh. Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Mashudi melaporkan bahwa anak PMI penerima beasiswa tahun ini terdiri atas siswa SIKL, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pendidikan Non-Formal (PKBM PNF) KBRI Kuala Lumpur, Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang, dan Pondok Pesantren An-Nahdloh.
Menurut Mashudi, selain pemulangan anak PMI melalui program beasiswa ADEM Repatriasi dan yayasan, terdapat juga siswa-siswi SIKL, PKBM PNF dan sanggar bimbingan di semenanjung Malaysia yang bersedia pulang tanpa melalui program beasiswa itu.
Sehingga jumlah siswa yang akan dikirim pulang sebanyak 70 orang.
Ketua Tim Penanganan Beasiswa ADEM dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Repatriasi wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur Taufiqurrahman Hasyim Salengke mengatakan pemulangan akan dilakukan awal Juli 2026 mendatang.
Repatriasi anak PMI melalui program beasiswa ADEM dan Yayasan pada tahun ini akan melibatkan 20 sekolah tujuan di enam wilayah, yakni Provinsi Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan NTB.
Sementara mereka yang pulang dengan kemauan pribadi tetap dibantu proses kepulangan sampai ke wilayah tujuan, yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara, serta Aceh.
Turut hadir pada pertemuan tersebut Wakil Kepala Sekolah bidang Pendidikan Non Formal Dadi Rosadi dan juga para petugas pendamping per wilayah tujuan, yaitu Banten dan Jawa Barat Oktaviani Indria Purnamasari, Yogyakarta-Jawa Tengah Taufiqurrahman Hasyim Salengke, Jawa Timur Asep Gosaki Natamiharja, NTB-Sulawesi Selatan Sohenuddin, Sumatera Barat Dwi Hatmoko, dan Sumatera Utara-Aceh Deany Yasir Wirya.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
