Malaysia kirim enam peserta ke HPN Surabaya

id Hari Pers Nasional,HPN 2019

Mantan Dirut Bernama, Datuk Zulkefli Salleh (Foto ANTARA / Istimewa)

"Sama dengan Datuk Zul kami ingin menunjukkan solidaritas dan meningkatkan kerjasama antar media Indonesia dan Malaysia," katanya.
Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Malaysia mengirimkan enam orang peserta pada Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang berlangsung di kota pahlawan Surabaya, Provinsi Jawa Timur selama tiga hari mulai Kamis (7/2) hingga Sabtu (9/2).

"Kami berbesar hati dan berterima kasih atas undangan dari Panitia Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya. Ini kami dalam perjalanan menuju Surabaya," ujar Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Indonesia - Malaysia (ISWAMI), Datuk Zulkefli Salleh saat dihubungi disela-sela menunggu boarding Malaysia Airlines di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Kamis.

Selain Datuk Zulkefli Salleh rombongan lainnya adalah Aninah Janang (Editor Dewan Masyarakat di Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia), Lichong Angkui (Pimpinan Redaksi Utusan Borneo, Sabah), Datuk Zakaria Abdul Wahab (Pimpinan Redaksi Bernama), Mohamad Nasir Yusoff (Staf Khusus Bernama) dan Sabarudin Sabri (ISWAMI).

Datuk Zulkefli Salleh mengatakan rombongan Malaysia kali ini tidak seramai delegasi sebelumnya dan Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Gobind Singh Deo juga tidak ikut serta dalam rombongan.

Pak Menteri Komunikasi dan Multimedia tidak ikut karena kesibukan di pemerintahan. Pemerintah diwakili Datuk Zakaria Abdul Wahab selaku ketua pengarang (Pimpinan Redaksi) Bernama," kata mantan Direktur Utama Bernama tersebut.

Datuk Zulkefli Salleh mengatakan keikutsertaan delegasi Malaysia secara informal saja sebagai bentuk solidaritas terhadap HPN 2019 apalagi di Indonesia juga menghadapi Pemilu 2019.

Editor Dewan Masyarakat di Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Aninah Janang mengatakan dirinya sebagai anggota ISWAMI sudah sering mengikuti HPN di Indonesia.

"Sama dengan Datuk Zul kami ingin menunjukkan solidaritas dan meningkatkan kerjasama antar media Indonesia dan Malaysia," katanya.

Dewan Bahasa dan Pustaka yang awal mulanya bernama Balai Pustaka merupakan sebuah lembaga pemerintah Malaysia yang didirikan pada 22 Juni 1956 untuk menggerakkan dan mengangkat bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan, bahasa resmi dan bahasa keilmuan.

Pada HPN 2017 yang dilaksanakan 6 hingga 10 Februari 2017 di Ambon, Provinsi Maluku, mantan Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Seri Dr Salleh Said Keruak ikut hadir bersama 28 orang rombongan.

Sejumlah media yang ikut serta diantaranya Utusan Malaysia, Berita Harian, Harian Kosmo, Sinar, Metro, Media Prima dari New Strait Times, TV 3, RTM, Bernama, Malaysia Press Institute dan dari ISWAMI.

HPN 2019 akan dimeriahkan dengan Pameran Pers yang diikuti berbagai media cetak, online, televisi, radio, kementerian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM)di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur (Jatim), selama tiga hari, 7-9 Februari 2019.

Rencananya kegiatan ini bakal dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan tokoh-tokoh pers Indonesia dari berbagai pelosok tanah air.

Penyelenggaraan HPN tahun ini dimotori oleh PWI sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Organisasi pers yang lain turut digandeng yakni Dewan Pers, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia ( PRSSNI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar