Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

RI-Malaysia sepekan, dugaan pembunuhan PMI hingga bom di bandara

Minggu, 28 Juni 2026 11:40 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ANTARA/HO)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Beragam peristiwa menarik terkait Indonesia dan Malaysia mewarnai pemberitaan selama sepekan, sejak Senin (22/6) hingga Minggu pagi, mulai dari dugaan pembunuhan PMI hingga penemuan bom di bandara.

Berikut lima berita menarik selama satu pekan terkait Indonesia-Malaysia yang dirangkum ANTARA Kuala Lumpur:

1. PMI asal Aceh dan bayinya diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia


Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bernama Putri Hensy Aprilda (22) bersama bayinya yang masih berusia beberapa hari dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban pembunuhan di Sepang, Selangor, Malaysia.

"Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia," kata Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Senin.

Selengkapnya di sini

2. BP3MI: WNI korban pembunuhan di Malaysia tak terdaftar pekerja resmi


Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Aceh menyatakan bahwa warga negara Indonesia asal Aceh, Putri Hensy Aprilda (22), yang menjadi korban dugaan pembunuhan di Malaysia, tidak terdaftar secara resmi sebagai pekerja migran dari Indonesia.

"Almarhumah dipastikan kerja di Malaysia lewat jalur tidak resmi atau nonprosedural," kata Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa.

Selengkapnya di sini

3. Menlu Malaysia: Lawatan ke Myanmar bukan pengakuan pemerintahan baru


Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan lawatannya ke Myanmar belum lama ini, bukan merupakan bentuk pengakuan Malaysia atas pemerintahan baru Myanmar.

"Saya ingin menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan bukan merupakan bentuk pengakuan terhadap pemerintahan baru Myanmar dan sama sekali tidak mempengaruhi sikap Malaysia maupun ASEAN terkait pelaksanaan Konsensus Lima Poin (5PC)," kata Hasan dalam penjelasan kepada parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis.

Selengkapnya di sini

4. Melihat pelayanan KJRI Penang Malaysia


Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang merupakan salah satu garda terdepan diplomasi Indonesia di Malaysia, khususnya di wilayah Penang, Kedah dan Perlis. Pada tanggal 22 Juni 2026, ANTARA berkesempatan mengikuti kegiatan Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih dalam memantau dan memastikan pelayanan perwakilan RI Penang berjalan baik.

Selengkapnya di sini

5. Bandara Labuan Malaysia ditutup imbas temuan benda diduga bom


Bandara Labuan di Pulau Labuan, perairan Sabah, Malaysia Timur, ditutup oleh otoritas terkait, menyusul penemuan benda diduga bom lama, pada jarak sekitar 150 meter dari landasan pacu.

Media di Malaysia dalam laporan yang dilihat di Kuala Lumpur, Jumat, menyampaikan akibat penemuan benda diduga bom itu, operasi penerbangan di Bandara Labuan terganggu.

Selengkapnya di sini



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026