Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Wapres ajak santri berwirausaha hadapi bonus demografi

Selasa, 30 Juni 2026 09:24 WIB
Image Print
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Dusun Kombo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat membuka Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) Ke-47 Tahun 2026 di Jombang, Jawa Timur, Senin, mengajak santri memperkuat karakter dan keterampilan berwirausaha untuk menghadapi bonus demografi 2030-2045.

"Anak muda harus diperluas wawasannya, diperkuat akhlak serta karakternya, dan diberi bekal kemandirian serta keterampilan berwirausaha karena Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi tahun 2030-2045 nanti," ujar Wapres dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin.

Gibran mengatakan pembinaan generasi muda harus disertai penguatan karakter, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan agar mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.

Menurut Wapres, kegiatan PERMATA CAI 2026 sejalan dengan upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga berdialog dengan pengelola Al Qomar Bakery di Pondok Pesantren Wali Barokah yang menjadi sarana pemberdayaan dan pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.

"Al Qomar Bakery, ada 40 varian produk. Benar ibu ya? Menarik. Saya lihat sosial medianya juga aktif," kata Wapres.

Pemilik Al Qomar Bakery Uswatun Hasanah mengatakan usaha tersebut berawal dari bantuan Kementerian Perindustrian dan terus dikembangkan untuk membangun kemandirian ekonomi santri agar memiliki bekal berwirausaha setelah lulus dari pondok pesantren.

"Ini juga berawal dari bantuan dari Kementerian Perindustrian. Terus kita kembangkan untuk kemandirian santri, untuk melanjutkan nanti keluar dari pondok bisa berwirausaha. Akhirnya kita kembangkan bisa menjadi sebesar ini," jelas Uswatun.

Al Qomar Bakery yang juga menyelenggarakan pelatihan membuat roti bagi para santri itu, Wapres berharap model pembinaan tersebut dapat diterapkan di lebih banyak pondok pesantren.

"Ini bagus sekali dan saya harap bisa direplikasi di pondok pesantren lain," kata Wapres Gibran.

Selain mendorong penguatan kualitas generasi muda, Gibran juga mengajak seluruh peserta menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi sebagai fondasi pembangunan bangsa di tengah keberagaman.

"Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya kabar bohong karena kita harus saling menguatkan, saling menjaga, dan saling topang, karena tidak ada satu negara pun yang bisa melakukan pembangunan dalam kondisi tidak stabil, tidak bersatu dan terpecah belah," tegas Wapres.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres ajak santri berwrausaha hadapi bonus demografi



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026