Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

UNHCR targetkan kurangi pengungsian berkepanjangan 50 persen pada 2035

Rabu, 1 Juli 2026 10:33 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah pengungsi warga negara asing (WNA) duduk di dekat tenda di depan Kantor UNCHR, kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (1/7/2024). Pengungsi dari berbagai negara diantaranya Somalia, Irak, dan Afghanistan yang menunggu keputusan status pengungsi atau refugee tersebut mendirikan tenda di depan Kantor United Nations High Commissioner For Refugees (UNCHR). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

Jakarta (ANTARA) - Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) menargetkan pengurangan jumlah pengungsi dalam situasi pengungsian berkepanjangan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan hingga 50 persen pada 2035 melalui program 50by35.

"Komisaris Tinggi UNHCR meluncurkan target untuk mengurangi jumlah pengungsi yang berada dalam situasi pengungsian yang berkepanjangan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan bisa dikurangi sebanyak 50 persen pada tahun 2035 atau dikenal dengan program 50by35," kata Assistant Protection Officer UNHCR Hendrik Therik saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Hendrik menanggapi sejumlah pengungsi asal Somalia, Afrika, yang mendesak Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) untuk melakukan percepatan proses penempatan ke negara ketiga di depan kantor UNHCR kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia menilai ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan tidak dapat menjadi solusi jangka panjang, terutama di tengah menurunnya dukungan kemanusiaan global dan berkurangnya kuota penempatan ke negara ketiga (resettlement).

Untuk mencapai target tersebut, UNHCR di Indonesia berfokus pada sejumlah aspek perlindungan bagi pengungsi.

Aspek perlindungan itu meliputi registrasi, pemberian dokumen, penentuan status pengungsi, pencegahan dan respons terhadap kekerasan berbasis gender, serta akses hukum dilakukan melalui proses yang efektif dan efisien.

Selain itu, lembaga tersebut juga mendorong inklusi pengungsi dalam layanan dasar seperti jaminan kesehatan, pendidikan, pencatatan sipil, layanan keuangan, bantuan sosial, layanan hukum, hingga telekomunikasi.

UNHCR juga menempatkan pemberdayaan ekonomi dan kemandirian sebagai salah satu fokus utama.

"Kesempatan bagi pengungsi untuk secara aktif dalam ekonomi penting dalam mekanisme perlindungan yang manusiawi dan berkepanjangan," katanya.

Di sisi lain, pengembangan solusi jangka panjang dilakukan melalui berbagai jalur seperti repatriasi yang aman ke negara asal, program resettlement, reunifikasi keluarga, hingga jalur alternatif menuju negara ketiga.

Dengan demikian, UNHCR berkomitmen mengembangkan perlindungan yang berkelanjutan di Indonesia dan berjalan beriringan dengan pencarian solusi permanen di luar Indonesia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNHCR targetkan kurangi pengungsian berkepanjangan 50 persen pada 2035



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026