
Anwar Ibrahim: AS tak terlibat pencabutan izin ekspor rudal Norwegia

bukan seperti itu semestinya cara Norwegia memperlakukan mitra strategis seperti Malaysia
Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan telah mendapat konfirmasi dari Amerika Serikat bahwa negara itu tidak terlibat dalam pencabutan izin atau lisensi ekspor Naval Strike Missile (NSM/rudal serangan angkatan laut Norwegia ke Malaysia.
"Saya telah memperoleh konfirmasi dari Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahwa negara tersebut tidak terlibat, apalagi mempengaruhi Norwegia untuk bertindak demikian," kata Anwar dalam sebuah pernyataan di Kuala Lumpur, Kamis.
Anwar menyatakan sangat menyesalkan tindakan Norwegia terkait pembatalan izin ekspor rudal NSM kepada Malaysia baru-baru ini.
"Saya tegaskan bahwa bukan seperti itu semestinya cara Norwegia memperlakukan mitra strategis seperti Malaysia," tegas Anwar Ibrahim.
Baca juga: PM Malaysia keberatan atas pencabutan izin ekspor rudal oleh Norwegia
Sebelumnya Anwar telah menyampaikan langsung keberatannya atas pencabutan izin atau lisensi ekspor Naval Strike Missile (NSM/rudal serangan angkatan laut) kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store melalui percakapan telepon.
"Saya telah menyampaikan keberatan keras Malaysia dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, terkait keputusan sepihak dan tidak dapat diterima dari Norwegia untuk mencabut lisensi ekspor sistem Naval Strike Missile (NSM) beserta sistem peluncurnya, dengan dalih melindungi keamanan Norwegia," kata Anwar.
Anwar menegaskan bahwa Malaysia telah memenuhi setiap kewajiban dalam kontrak ini sejak tahun 2018 secara cermat, penuh itikad baik, dan tanpa keraguan sedikit pun.
"Namun tampaknya Norwegia tidak merasa perlu menunjukkan sikap yang sama kepada kami maupun menjunjung itikad baik tersebut," tegas Anwar.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
