
Iran sebut jet tempur AS di atas Selat Hormuz ganggu keamanan regional

Istanbul (ANTARA) - Tentara Iran pada Kamis memperingatkan bahwa kehadiran pesawat AS yang berkelanjutan di Selat Hormuz mengancam keamanan regional, dan akan merespons dengan “cepat dan tegas” terhadap campur tangan apa pun oleh Amerika di jalur pelayaran tersebut.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Fars, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan bahwa kehadiran jet tempur dan drone AS di atas Selat Hormuz “telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan akan mengancam keamanan regional.”
Iran menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan apa pun untuk membela kedaulatannya atas Selat Hormuz, seraya memperingatkan bahwa setiap campur tangan atau agresi dari militer AS dan pendukungnya akan ditanggapi dengan respons tegas dan cepat dari angkatan bersenjata.
Markas besar tersebut menggambarkan Selat Hormuz sebagai “wilayah kedaulatan Republik Islam Iran,” dan keamanan serta stabilitas jalur air strategis tersebut merupakan garis batas yang tidak boleh dilanggar.
Pernyataan itu juga menegaskan kembali bahwa semua kapal tanker minyak dan kapal komersial harus menggunakan jalur navigasi yang ditetapkan oleh Iran saat melintasi selat tersebut.
Setiap kapal yang gagal mematuhi jalur atau protokol navigasi yang ditetapkan Iran akan menghadapi “tanggapan langsung dan tegas” dari angkatan bersenjata dan berisiko membahayakan keamanannya sendiri.
Iran dan AS mencapai nota kesepahaman pada 18 Juni yang menyerukan perpanjangan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya selama 60 hari, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, dan pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya.
Negosiasi teknis untuk mengimplementasikan nota kesepahaman dan menyepakati kesepakatan akhir yang juga akan mencakup konsensus tentang status program nuklir Iran terus berlanjut di bawah mediasi bersama Qatar-Pakistan.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran sebut jet tempur AS di atas Selat Hormuz gangguan keamanan
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
