Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

AS sumbang 1 juta ringgit kepada Malaysia untuk restorasi Tugu Negara

Jumat, 3 Juli 2026 13:54 WIB
Image Print
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Malaysia Minggu (26/10/2025) untuk menghadiri KTT ASEAN ke-47, menandai kunjungan pertama seorang presiden AS ke negara tersebut dalam satu dekade dan kunjungan perdananya ke Malaysia. Pesawat resmi Presiden AS, Air Force One, mendarat di Kompleks Bunga Raya, Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), pukul 09.54, di mana beliau disambut oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim. ANTARA/HO-BERNAMA/Mohd Faizol Aziz/pri. (fotoBERNAMA/MOHD FAIZOL AZIZ)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) akan menyumbangkan 1 juta ringgit (setara Rp4,4 miliar) untuk proyek restorasi Tugu Negara, kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur David H. Gamble Jr.

Dia mengatakan bahwa kontribusi dari pemerintah dan rakyat AS merupakan hadiah untuk Malaysia dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 Malaysia tahun 2027.

Gamble menyampaikan bahwa ada monumen seperti Tugu Negara Malaysia, di Washington, DC, yaitu Monumen Iwo Jima, dan kedua monumen tersebut dirancang oleh pematung yang sama, sehingga memperkuat hubungan historis antara kedua negara.

"Mengingat kemiripan yang mencolok dan bagaimana kedua monumen ini mengikat negara kita, kami telah membahas masalah ini beberapa bulan yang lalu dan berhasil memperoleh persetujuan untuk menyalurkan 1 juta ringgit ke Malaysia atas nama rakyat Amerika," ujarnya seperti dilaporkan BERNAMA di Kuala Lumpur, Jumat.

"Ini untuk memastikan bahwa Monumen Nasional siap untuk perayaan ulang tahun besar Malaysia tahun depan," katanya.

Lebih lanjut, Gamble mengatakan bahwa proses restorasi monumen nasional akan dilakukan oleh pihak Malaysia, dan koordinasi sudah dilakukan untuk memastikan bahwa kontribusi dari Amerika dapat mendukung proyek restorasi yang memenuhi kebutuhan Malaysia.

Berkaitan hubungan bilateral, Gamble menggambarkan hubungan antara AS dan Malaysia berada pada tingkat yang sangat dinamis dan berkembang pesat tahun ini.

"Ini dimulai sebelum Presiden (Donald Trump) datang ke sini, dan bahkan sejak saat itu, semua peluang baru ini terus terbuka bagi Malaysia dan Amerika Serikat, yang saling menguntungkan satu sama lain," katanya.

Mengenai hubungan ekonomi, Gamble mengatakan bahwa meskipun bisnis dan perdagangan AS telah beroperasi di Malaysia selama lebih dari seabad, kemitraan tersebut telah mengalami pertumbuhan yang kuat, terutama dalam 50 tahun terakhir.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026