Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Malaysia luncurkan program taksi nasional, tingkatkan kesejahteraan sopir

Jumat, 3 Juli 2026 15:42 WIB
Image Print
Foto ilustrasi - Bendera Malaysia atau yang dikenal di Malaysia dengan sebutan Jalur Gemilang. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
Kami berharap (pengemudi) dapat memperoleh penghasilan antara 5.000 sampai 7.000 ringgit (Rp22-30 juta)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia meluncurkan program taksi nasional yang dinamakan Teksi Madani, sebagai taksi yang akan beroperasi di Malaysia dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya.

Peluncuran program dilakukan secara langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Jumat.

Melalui Teksi Madani ini pemerintah Malaysia meresmikan suatu jenama taksi nasionalnya bernama Teksi Madani. Pemerintah Malaysia juga memberikan pinjaman kepada pengemudi taksi, untuk bisa menyicil kendaraan dan izin taksi.

Hal ini berbeda dengan skema lampau di mana pengemudi menyewa kendaraan dari pengusaha dan berbagi hasil, namun pada akhirnya kendaraan tidak menjadi milik para sopir.

"Kami akan memberi anda pinjaman tunai, kami akan memberi anda mobil baru, kami akan memberi anda izin atas nama anda. Ini adalah keputusan kebijakan penting bagi negara kita untuk melindungi kepentingan, untuk menjamin kepentingan keluarga sopir taksi itu sendiri," kata Anwar.

Pinjaman untuk sopir taksi diberikan melalui lembaga pemerintah. Kendaraan taksi yang digunakan juga asli pabrikan Malaysia yakni Proton S70.

Anwar Ibrahim mengatakan selama ini penghasilan sopir taksi sebulan kadang hanya 2.000 ringgit (Rp8 juta) hingga 4.000 ringgit (Rp17 juta), dan sangat sulit untuk bsia memperoleh 5.000 ringgit (Rp22 juta).

Melalui program pembaruan taksi nasional Malaysia ini, pemerintah Malaysia akan berupaya mengurangi biaya perbaikan dan perawatan,l kendaraan, biaya layanan hingga pinjaman sopir taksi.

"Kami berharap (pengemudi) dapat memperoleh penghasilan antara 5.000 sampai 7.000 ringgit (Rp22-30 juta)," ujar Anwar.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook menyampaikan Teksi Madani akan menjadi teksi resmi nasional. Armadanya akan tampak modern dan tidak lagi menggunakan penanda atap, melainkan dengan nomor registrasi polisi khusus dengan awalan GET.

Taksi ini juga akan mengaplikasikan meteran taksi digital dan diintegrasikan dengan sistem pemesanan daring.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026