
Pemprov NTB bantu kepulangan jenazah pekerja migran RI dari Malaysia

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bergerak cepat melakukan penanganan dan koordinasi lintas negara dalam proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lombok Timur atas nama Sahabuddin yang meninggal dunia di Selangor, Malaysia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan mengatakan langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan dan atensi Gubernur NTB agar setiap warga NTB, termasuk PMI yang mengalami musibah di luar negeri, memperoleh pelayanan, perlindungan, dan pendampingan secara maksimal hingga kembali ke daerah asal.
"Berdasarkan informasi yang diterima, Sahabuddin lahir di Bengkung pada 15 Mei 1982 dan beralamat di Dusun Bengkung, Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, bekerja di kawasan Felda Soeharto, Selangor, Malaysia," ujarnya di Mataram, Jumat.
Menurut laporan awal, Sahabuddin ditemukan telah meninggal dunia di tempat tinggal (asrama pekerja) oleh rekan kerjanya pada Minggu (28/6) sekitar pukul 10.00 waktu Malaysia.
Selanjutnya, pihak Kepolisian Malaysia mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit (RS) Kuala Kubu Bharu, Selangor, untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Segera setelah informasi diterima, kami melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, pihak rumah sakit, serta berbagai instansi terkait di Malaysia guna memastikan identitas almarhum, proses administrasi, penerbitan dokumen kekonsuleran, hingga percepatan proses pemulangan jenazah ke Indonesia," kata Aidy.
Aidy menyatakan berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 01086/SBPM-KL/0626/04 yang diterbitkan KBRI Kuala Lumpur pada 30 Juni 2026, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 28 Juni 2026 pukul 15.00 waktu Malaysia.
"Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian adalah myocardial infarction (serangan jantung). Jenazah juga telah menjalani autopsi sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia," ujarnya.
"Jenazah dipulangkan kemarin dari Kuala Lumpur-Lombok dan diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Lombok Timur," sambung Aidy.
Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara KBRI Kuala Lumpur, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, BP3MI NTB, serta seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan tersebut.
"Pemprov NTB juga telah berkoordinasi dengan BP3MI NTB agar memfasilitasi penjemputan jenazah di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menggunakan ambulans dan memberikan dukungan teknis hingga jenazah tiba di rumah duka di Lombok Timur," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
